Aksi Demo Eks Tekon Jilid 2, Bupati Lebih Pilih Temui Sapi Korban Daripada Nemui Korban Eks Tekon.

Aksi Demo Eks Tekon Jilid 2, Bupati Lebih Pilih Temui Sapi Korban Daripada Nemui Korban Eks Tekon.

Sampit- Korantekad.id – Ratusan Eks Tekon kembali gelar demo damai di depan kantor bupati Kotim jalan Jend Sudirman KM 0 Sampit Senin ( 11/7 ) pertemuan dilanjutkan mediasi di ruang rapat sekda,dalam mediasi hampir ado jutos antara Eks tekon dengan para Asistin untung cepat dilerai oleh Satpol PP sehingga tidak jadi keributan.

Nurahman Ramadani SH MH kuasa hukum tenaga kontrak ( tekon ) ketika diwawancarai media ini mengatakan, “Saya kecewa karena saat pertemuan sebelumnya hanya diterima oleh asisten 1 dan 3, sekarang pun hanya asisten 2, bukan orang yang memiliki kewenangan untuk memutuskan apa yang menjadi tuntutan kami,

“Saya berharap bapak bupati langsung yang menemui kami, karena dia yang memiliki kewenangan dan kebijakan untuk menangani tuntutan kami, beliau lebih memilih menemui sapi qurban dibandingkan menemui korban – korban tekon seolah pengabdian mereka tidak dianggap apa-apa,

“Saya juga sudah mendengar beberapa informasi ada dugaan gratifikasi dalam penerimaan kami, kalau sampai tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan melakukan upaya hukum yang menjerat banyak orang,”ujar penguasa hukun

Asistin II Alang Arianto mengatakan,”Kita ini menjalani peraturan PP 49 tahun 2018 sampai batas waktu dikeluarkan yang berakhir ditahun 2023, tekon apapun bentuknya harus diberhentikan dan beralih P3K, ketika tahun di 2021 supaya tidak terhambat baik itu pelayanan kepada masyarakat kita lakukan perpanjangan 6 bulan sampai tanggal 31 Juni 2021,”katanya

“Kesempatan ini kita gunakan untuk melakukan evaluasi dan pemetaan, ternyata data yang disampaikan belum mencerminkan secara utuh kebutuhan dipemerintahan khususnya tenaga kesehatan dan guru, makanya bupati mengatakan akan melakukan seleksi ulang sesusai rekomendasi DPRD Kotim bagaimana seleksi ini melakukan keadilan bagi tenaga kontrak,

“ini kan proses karena kita melihat porsi APBD kita bagaimana, karena pemda perencanaannya harus jelas, kalau di provinsi sudah diberhentikan semua tapi kita di Kotim masih melakuksn evaluasi agar unit pelayanan tidak berhenti.”ungkapnya

Liputan : S. Ariyanto
Editir     : Abdul Rasid

About master

Check Also

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat Bandung, korantekad.id – DPRD Kota Bandung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *