AKSI DEMO MAHASISWA DUA KAB.DITERIMA KETUA KOMISI II DPRD MALUKU” MALUKU BUTUH LISTRIK

Aksi Demo Mahasiswa Dua Kab. Di Terima Ketua Komisi II DPRD Maluku” Maluku Butuh Listrik
Ambon.korantekad.id.Aksi Demo yang mengatasnamakan  Mahasiswa dua Kabupaten yaknj Buru – Buru Selatan ( Bursel)  di kantor DPRD Provinsi Maluku  Kamis,10-6-2021 yang di pimpin Koordinator Lapangan Bahta soal PLN di Desa Batabual dan Inprastruktur jalan yang ada di Kab.Buru , diterima ketua Komisi II DPRD Maluku Saodah Tethool
Saodah dihadapan pendemo menjelaskan  ada 97 titik belum terisolIr termasuk Maluku dan Maluku utara kenapa?  dalam hal ini listrik di Maluku tidak  menyala lancar bahkan sampai saat ini belum nikmati listrik akibat regulasi yang di buat pusat.karena tidak mereka tidak  tahu  kondisi
di daerah Maluku seperti apa padahal  di Maluku ada 24 ,12 , ,8,6, 3  dan juga nol jam  listrik menyalah .Jelasnya
Menurutnya ,kalau di Kabupaten Buru  rata-rata listrik  sudah nyala tapi di daerah lain seperti Maluku Tenggara masih nol belum ada listrik. Yang nyala kuning  sumbangsi  dari masyarakat.”
Oleh karena itu, dirinya meminta Maluku Butuh Listrik entah itu g.30 atau solar.Hal ini sebagaimana  Janji Presiden tahun 2020 bahwa Listrik menyala di Indonesia tapi kenyataannya tidak ada .setelah dibuat regulasi ,dipaksakan  harus pakai energi baru dan terbaru  pakai gas  itu berarti  punya jaringan sudah terpasang .itu harus rubah lagi  berarti insprastruktur  yang di bangun itu dirubah lagi ke Gas” pintahnya
Hal tersebut.tambah Saodah  dirinya sudah konsultasi dengan gubernur dan  sudah di dorong ke menteri sumber Daya Manusia (SDM) keputusannya, kita ada pengadaan genset G3o dan  nanti kita prioritas mudahan dialokasikan satu untuk di sana .Jadi apa yang menjadi tuntutan  tetap mendorong dan  Komisi akan mengundang Pihak PLN untuk bisa menjawab apa yang menjadi kepentingan rakyat .karena kita wakil rakyat harus berpihak kepada rakyat.” Tandasnya
Selain itu, soal inprastruktur yang ada di kabupaten seperti Buru,SMI nya banyak ada  200 Milyard  lebih untuk membuat  jalan dan talud,dan juga Kota Ambon,Maluku Tengah ,Kabupaten Bursel lumayan yang kurang itu di Maluku tenggara tidak dikasih anggaran.” Pungkasnya
Diungkapkannya anggaran inprastruktur  kecil hanya 1 trilun lebih, tidak cukup membangun Maluku  untuk 11 Kabupaten dan Kota.” Ungkapnya
Untuk itu, Saodah mengajak adik- adik mahasiswa bersama-sama memperjuangkan Undang- Undang  kepulauan untuk disahkan  agar inprastruktur terbangun dan  listrik pasti menyala dengan baik
Dan  tuntutan adik- adik diterima karena itu menjadi tanggungjawab komisi II untuk ditindaklanjuti.” Tutupnya ( Ati ).

About master

Check Also

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat Bandung, korantekad.id – DPRD Kota Bandung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *