Ambon.korantekad.id – Dina Artika Br. Sembiring berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) pada Wisuda Sarjana Periode Juli 2026. Mahasiswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tersebut menuntaskan pendidikan sarjananya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dalam waktu 3 tahun 7 bulan.
Dina diwawancarai sejumlah wartawan usai mengikuti prosesi wisuda yang diikuti sebanyak 1.036 lulusan di Auditorium Universitas Pattimura, Rabu (29/7/2026).menyampaikan, Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi dirinya yang berasal dari keluarga petani dan merupakan penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Ia diterima di Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon Maluku melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 2022 dan sejak awal memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan melalui program beasiswa pemerintah.
“Jadi saya masuk Fakultas Pertanian pada tahun 2022 melalui jalur SNBP dan sekaligus mendapatkan Beasiswa KIP Kuliah. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan kuliah dalam waktu 3 tahun 7 bulan,” jelas Dina Artika Br. Sembiring.
Selama menjalani perkuliahan, tantangan terbesar yang dihadapi Dina muncul ketika memasuki tahap penelitian. Eksperimen yang dilakukannya di laboratorium mengalami kegagalan berulang kali, baik pada pengujian secara in vitro maupun pada pengujian terhadap tanaman. Kondisi tersebut sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri karena hasil penelitian tidak sesuai dengan harapan.
“Waktu penelitian saya sempat sangat terpukul karena beberapa kali mengalami kegagalan. Namun orang tua terus memberikan semangat, begitu juga dosen pembimbing yang selalu memberikan solusi dan arahan. Setelah sekitar empat bulan melakukan penelitian, akhirnya saya memperoleh hasil yang diharapkan dan bisa menyelesaikan penelitian hingga akhirnya diwisuda pada Juli ini,” hatur Dinas
Penelitian yang dilakukan Dina berjudul Efektivitas Ekstrak Daun Cengkeh dalam Menghambat Pertumbuhan Pectobacterium carotovorum penyebab penyakit busuk lunak pada sawi putih. Penelitian tersebut menguji potensi ekstrak daun cengkeh asal Maluku sebagai bahan alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang sering menyebabkan kerusakan tanaman maupun hasil panen sayuran.
“Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ekstrak daun cengkeh dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab busuk lunak pada sawi putih. Penyakit ini sering ditemukan di lapangan maupun setelah panen ketika sayuran dipasarkan. Saya ingin mengetahui apakah cengkeh yang menjadi salah satu komoditas unggulan Maluku bisa dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk mengendalikan bakteri tersebut,” jelas Dina.
Dina mengungkapkan, keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani sayuran di Kabupaten Karo. Ayah dan ibunya membudidayakan berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti kacang panjang dan buncis. Selama menempuh pendidikan di Ambon, Dina tinggal di Asrama Putri Universitas Pattimura sehingga dapat lebih fokus menyelesaikan studinya.
Usai menyelesaikan pendidikan sarjana, Dina bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang magister. Namun, untuk sementara waktu ia memilih memasuki dunia kerja agar dapat memperoleh pengalaman sekaligus membantu perekonomian keluarga, mengingat adiknya masih menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas.
“Saya ingin melanjutkan studi S2, tetapi untuk saat ini saya memilih bekerja terlebih dahulu agar mendapatkan pengalaman sekaligus membantu orang tua karena adik saya masih bersekolah. Setelah itu saya berharap bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Dina
Dina juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan maupun menyusun skripsi agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan akademik. Menurutnya, setiap proses pendidikan pasti memiliki hambatan, tetapi selalu ada jalan keluar apabila dijalani dengan kerja keras, optimisme, dan ketekunan.
“Bagi teman-teman mahasiswa yang sedang menjalani penelitian atau menyusun skripsi, tetap semangat dan berpikir positif. Setiap masalah pasti ada solusinya. Jangan pernah menyerah karena semua proses itu akan membawa kita menuju hasil yang terbaik,” pesannya.
Keberhasilan Dina menjadi lulusan terbaik Fakultas Pertanian Universitas Pattimura tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik. Melalui ketekunan, dukungan keluarga, serta bimbingan para dosen, ia membuktikan bahwa anak petani dari Kabupaten Karo mampu mencatatkan prestasi gemilang sekaligus menghadirkan penelitian yang berpotensi mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal Maluku.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

