BANJIR MERENDAM RATUSAN RUMAH WARGA DESA WAEPANDAN

Namrole, korantekad.id – Akibat hutan gundul ditambah dengan curah hujan yang tinggi yang mengguyur seharian wilayah kecamatan Kapala Madan mengakibatkan ratusan unit rumah pemukiman penduduk desa Waepandan kecamatan Kepala Madan Kabupaten Namrole, terendam banjir setinggi satu meter pada Rabu pagi ,21,/9/2022. Kemarin.
Demikian disampaikan Camat kepala Madan, Masri Mamulati,SE kepada koradtekad,id melalui telpon selulernya. Masri Mamulati, SE mengatakan bahwa Tim yang dibentuk dari staf kantor kec- kepala Madan kabupaten Buru selatan telah diterjunkan guna melakukan indentifikasi Banjir yang melanda desa Waepandan dan tim berhasil mengindentivikasi ada seratus lima puluh unit rumah warga Desa Waepandan ikut tergenang air banjir setinggi satu meter dan dua meter diareal air Rawa dekat perkampungan. Selanjutnya kata Mamulati timnya menemukan talud penahan ombak sekitar sepuluh meter hancur akibat diterjang arus banjir.
Dijelaskan Banjir yang menerjang desa Waepandan pagi kemarin disebabkan air hujan dari gunung tertampung semua di rawa sedalam dua meter dekat perkampungan sehingga membuat tebing disana jebol akibat derasnya air hujan. Mamulati mengatakan tidak ada penahan air digunung akibat banyak pohon telah ditebang yang diduga dilakukan oleh PT Nusa Padma Corperecion, selain itu diduga tidak melakukan program reboilesasi .Ungkap ,” Camat Biliro Masri Mamulati ,SE.
Dirinya meminta kepada instansi dinas kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Maluku ,Agar segera mengevaluasi kerja PT Nusa Padma Corperecion ( NPC ) diwilayah kepala Madan Kabupaten Buru Selatan guna melakukan investigasi mana hutan Produksi dan kawasan hutan lindung .Alasannya akibat dari operasi perusahaan tersebut mengakibatkan banjir bukan saja Waepandan tahun ini tapi juga ditahun lalu yaitu didesa Waehotong. Tegas ,” Masri Mamulati.SE.
Mamulati tambahkan Terkait peristiwa atau kegiatan PT. NPC bukan tanggung jawab PEMDA NAMROLE seperti yang ditudingkan warga namun semua ini tanggung jawab dinas Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Provinsi Maluku Tegas ,”Masri.
” Saat ini Pemerintah Daerah Namrole telah siapkan bantuan kepada Warga desa Waepandan yang rumahnya yang ikut terendam banjir.,” Ujar Mamulati. Sedangkan Kepala desa Waepandan kecamatan Biliro, La Udin Buton menyampaikan Belum mengetahui pasti situasi disana paska banjir yang melanda desanya ( Waepandan ) Maaf, saat ini saya ada di Namrole. Saat dikonfirmasi media ini. Rabu,
Jam ,4.30.wit.
Terkait kegiatan dari PT.NPC di wilayah hutan desa waepandang La Udin sampaikan kalo itu ada tapi tidak diketahui sejak kapan dan hari ini masih beroperasi atau tidak lagi diwilayahnya ” Sampai saat ini PT.Nusa Padma Corperasion belum melaporkan resmi ke pihak Pemdes Waepandan terkait Program REBOiSASI apakah sudah atau belum .Papar,” La Udin Buton.
Kepala desa Waepandang kecamatan Biliro ,Namrole ,La Udin Buton menuturkan ,BOS PT.NPC ke rumahnya dan menyampaikan bahwa dengan
masuknya perusahaan Desa Waepandan akan dijadikan desa binaan dan untuk kebutuhan desa kami akan layani .kata ,” La Udin
Namun apa yang dijanjikan PT.NPC tidak sesuai fakta, nyatanya pembangunan Masjid kala itu pihak PT.NPC cuma memberikan bantuan Material kayu ,pasir dan batu sedangkan Sertu hingga saat ini belum padahal sebelumnya PT.NPC telah setuju permintaan desa kala itu Keluh ,La Udin Buton.
Sementara Humas PT.NPC , Edi Sangaji dihubungi lewat via telpon seluler belum bisa tersambung. Sampai berita ini ditayangkan Dinas Lingkungan hidup provinsi
Maluku, Ny.Atri belum memberikan keterangan apapun saat dikonfirmasi media ini terkait pernyataan dari camat kepala Madan ,Namrole. Liputan. (Tamrin Hehanussa ).
korantekad.id Koran Tekad Online

