
JAMBI (korantekad.id) – Bupati Kabupaten Merangin, M. Syukur, mengajak seluruh masyarakat terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya untuk tetap tenang dan memberikan dukungan serta kepercayaan penuh kepada pengelola Bank Jambi.
Hal tersebut disampaikannya setelah menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jambi yang berlangsung di Gedung Mahligai pada hari Rabu (25/02), sebagai tanggapan atas gangguan pada layanan digital yang dialami bank tersebut akibat dugaan serangan kejahatan siber.
Bupati menegaskan bahwa kondisi kesehatan keuangan baik dari sisi Pemerintah Daerah maupun rekening para nasabah berada dalam keadaan aman dan terjamin. Ia juga memastikan bahwa kendala teknis yang terjadi tidak akan menjadi penghalang bagi pemenuhan hak-hak para pegawai negeri.
“Semua gaji pegawai akan tetap terbayarkan sesuai jadwal. Masalah gangguan siber ini tidak berpengaruh sama sekali terhadap pembayaran. Meskipun untuk saat ini layanan m-banking dan ATM tidak dapat digunakan, namun secara prinsip tidak ada masalah pada sisi keuangan. Kita hanya perlu sementara bertransaksi melalui layanan manual di kantor cabang,” jelas M. Syukur saat diwawancarai awak media.
Tindakan untuk sementara mematikan layanan ATM dan perbankan seluler merupakan bagian dari langkah-langkah protokol keamanan yang telah ditetapkan.
Menurut Bupati M. Syukur, saat ini pihak berwenang kepolisian tengah melakukan pemeriksaan audit forensik guna memastikan bahwa seluruh sistem dapat beroperasi dengan aman dan bebas dari ancaman.
“Pada kenyataannya sistem sudah siap untuk berjalan kembali, namun berdasarkan saran dari Bank Indonesia (BI), sebaiknya tidak segera digunakan hingga proses audit forensik selesai dan semua permasalahan yang muncul dapat diatasi secara tuntas,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan penarikan dana dalam jumlah besar secara serentak (rush money). Selain karena kondisi bank yang dinyatakan tetap sehat dan stabil, membawa sejumlah besar uang tunai juga dianggap memiliki risiko yang tinggi dari sisi keamanan pribadi.
Manajemen Bank Jambi memberikan jaminan penuh akan keamanan saldo setiap nasabah dan siap bertanggung jawab secara utuh jika terdapat kerugian materiil yang timbul akibat insiden ini. Masyarakat diharapkan dapat memberikan kesempatan dan waktu yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perbaikan pada sistemnya.
Dari hasil rapat yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa kondisi Bank Jambi masih dalam keadaan sehat dan operasional di setiap kantor cabangnya tetap berjalan untuk melayani kebutuhan transaksi mendesak melalui proses manual.
“Bank Jambi adalah aset daerah yang harus kita rawat dan jaga bersama-sama. Kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan tidak menemukan masalah yang signifikan. Mari kita bersatu memberikan kepercayaan agar manajemen dapat menyelesaikan perbaikan sistem dengan secepat mungkin,” pungkasnya.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

