Delapan Korban Speed Boat Tenggelam di Pulau Dai Belum Ditemukan Hingga Hari Ketiga

Ambon.korantekad.id  — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan penumpang speed boat yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), masih terus berlangsung hingga hari ketiga, Sabtu (13/6/2026). Hingga laporan terakhir yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, seluruh korban yang masih dinyatakan hilang belum berhasil ditemukan.

Insiden tersebut terjadi pada speed boat yang berlayar dari Sinairusi menuju Tepa pada Kamis (11/6/2026). Kapal yang mengangkut 10 orang penumpang itu dilaporkan mengalami cuaca buruk saat melintas di sekitar perairan Pulau Dai hingga akhirnya tenggelam. Informasi kejadian pertama kali diterima Basarnas Ambon dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya, Jemi Lico, pada Jumat (12/6/2026) pukul 08.30 WIT.

Berdasarkan laporan operasi SAR, dua penumpang berhasil selamat setelah berenang menuju Desa Sinairusi untuk meminta pertolongan kepada masyarakat setempat. Kedua korban selamat tersebut masing-masing bernama Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42). Sementara delapan penumpang lainnya hingga kini masih berstatus dalam pencarian (DP).

Peristiwa tenggelamnya speed boat tersebut terjadi di koordinat 7°39’2.95″ LS dan 129°38’27.61″ BT, atau sekitar perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya. Lokasi kejadian berada cukup jauh dari Ambon dengan jarak sekitar 264 nautical mile ke arah tenggara, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi pencarian dan koordinasi antarunsur SAR.

Pada hari kedua operasi pencarian, Kantor SAR Ambon terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di lapangan, termasuk Camat Babar Barat, Polsek Tepa, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat yang terlibat dalam pencarian. Sejumlah armada yang dikerahkan meliputi satu unit kapal cargo KM Tiefelin dan tiga unit speed boat milik masyarakat.
“Pencarian oleh KM Tiefelin dan masyarakat telah memasuki hari ketiga. Kapal telah selesai melakukan pengisian BBM dan sementara persiapan untuk bergerak menuju lokasi pencarian,” ungkap  Kapolsek Tepa dalam laporan koordinasiyang diterima Kantor SAR Ambon.

Dalam perkembangan pencarian, pihak keluarga korban meminta agar KM Tiefelin bergerak langsung menuju lokasi kejadian tanpa melakukan penyisiran di jalur lain. Permintaan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan doa dan prosesi adat di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Hari ketiga ini juga menjadi hari terakhir keterlibatan KM Tiefelin dalam operasi pencarian sebelum melanjutkan pelayaran menuju Saumlaki.
“Rencana KM Tiefelin bergerak langsung menuju lokasi kejadian dan tidak melakukan penyisiran karena permintaan langsung dari pihak keluarga korban untuk melakukan doa serta adat di lokasi kejadian,” demikian hasil koordinasi SAR dengan Polsek Tepa.

Meski pencarian terus dilakukan hingga malam hari, hasil yang diperoleh masih nihil. Kantor SAR Ambon pada pukul 19.05 WIT kembali menerima laporan dari Camat Babar Barat yang menyebutkan bahwa KM Tiefelin masih melakukan pencarian di area kejadian, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Ambon, BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Kecamatan Babar Barat, Syahbandar Tepa, tenaga medis, Pemerintah Desa Sinairusi, tokoh agama, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi faktor penting dalam upaya memperluas area pencarian di wilayah perairan yang cukup menantang.

Selain jarak lokasi yang jauh, operasi pencarian juga menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan jaringan komunikasi dan kondisi cuaca di lapangan. Berdasarkan data yang dihimpun, cuaca di wilayah pencarian berada pada kondisi cerah berawan dengan kecepatan angin tenggara mencapai 18 hingga 29 knot serta tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian utama tim SAR dalam menjalankan operasi pencarian terhadap delapan korban yang hingga kini masih belum ditemukan.(Ati)

 

About ARIATI ARIATI

Check Also

Seleksi Sekolah Bintara Polri 2027 di Polda Maluku, 18 Peserta Lulus Tes Psikologi

Ambon.korantekad.id  – Sebanyak 18 dari 30 peserta seleksi Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *