DEMO HMI CABANG BURU APRESIASI KINERJA KAPOLRES PULAU BURU

 

Namlea, korantekad.id – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Namlea  Periode 2022-2023 Sekretariat : Jl Pengadilan Negeri Namlea menggelar panggung demonstrasi yang  direncanakan berlangsung di tiga lokasi  dalam kota Namlea ibukota kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Senin, 17/7/2023.

Kapalres Pulau Buru saat ini, AKBP Nur Rahman mendapat apresiasi dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Namlea,dikarenakan Kapalres Pulau Buru,AKBP Nur Rahman dianggap berhasil membongkar beberapa kasus penting yang tidak bisa diungkap pimpinan sebelumnya.

” Pasalnya Kapolres saat ini Apresiasi terhadap AKBP Nur Rahman menurut Pendemo dianggap berhasil dalam membogkar misteri  jatuhnya 1 Kotak Container di perairan Laut Namlea. dari pimpinan sebelumnya.
Tetapi Pendemo dari HMI cabang Buru berharap kepada Kapalres Pulau saat ini untuk bisa juga mem bongkar  praktek hukum tentang perampasan hak hak ketel minyak kayu putih milik masyarakat Namlea yang diduga pelakunya dari oknum birokrasi Pemda Buru.

Hal ini disampaikan diatas panggung aksi didepan gerbang masuk Polres Pulau Buru,oleh salah satu pendemo HMI,Tisar.

” Selain itu,Tisar dalam orasinya mengharapkan kepada kapolres pulau Buru agar bias membongkar mafia obat B3 yang masih melakukan praktek hingga saat ini. Pasalnya, kata Tisar bila misteri jatuhnya satu peti kemas berhasil dibongkar dan menetapkan 5 orang sebagai tersangka masa yang lain tidak bisa.

Selanjutnya, mahasiswa yang tergabung dalam persatuan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Buru, dalam aksi menyampaikan harapan dan untuk menutup tambang Emas gunung botak karena dianggap merugikan masyarakat adat dan warga Buru pada umumnya.Harap,” Abu Fatsey dalam orasi di depan pintu masuk utama kantor Kepolisian Polres Pulau Buru Polda Maluku.

Berdasarkan pantauan media Korantekad.id, dari Namlea melaporkan,Aksi demo dari HMI Cabang Buru berlangsung ditiga titik aksi diantaranya, Simpang lima  kota Namlea, Polres Pulau Buru dan kantor rakyat 25 kursi DPRD Buru.

Sebelum berakhirnya aksi oleh para Pendomo yang terhimpun dalam organisasi dari HMI Cabang Namlea, Pimpinan Imran Barges Kemudian menyerahkan Surat pernyataan sikap  tertulis kepada Kapolres pulau Buru yang diwakilkan kepada IPDA, Ridwan Kastel yang sebelum diserahkan lebih dulu isi poin surat pernyataan sikap dibacakan oleh kordiinator aksi Abdullah Fatsey, dengan poin pernyataan sebagai berikut,

1.Meminta kepada Pemda Kabupaten Buru untuk mempercepat perijinan tambang Emas ilegal Gunung Botak.

2.Meminta DPRD Kabupaten Buru agar segera memanggil Pj,Bupati Buru dan pemerintah adat Negeri Kaiely untuk mempertanggung jawabkan segala bentuk aktivitas penambangan ilegal Gunung Botak,Pasalnya Dari hasil Investigasi kami dilapangan ditemukan ada laporan  dari masyarakat terkait adanya pungutan liar dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan raja petuananan Kaiely, Berkaitan dengan hal ini segera raja Kaiely  ( Fandi Wael ) dihadirkan untuk dimintai keterangannya dan memanggil Pj,Bupati Buru agar dimintai keterangan terkait upaya perijinan tambang emas Ilegal gunung Botak.

3. memintah Pemda Buru dan Polres Pulau Buru agar dapat Kerja sama utk segera menutup Tambang gunung Botak.

4.  Memintah kepad Polres Pulau Buru guna menangkap para MAFIA tambang gunung Botak: a. Pemilik dan penjual B3; b. Pemilik tong dan tromol; C. Tangkap para donator; d.  Tangkap Para pembeli emas yang tidak memiliki Ijin.

5.  Proses anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang emas illegal gunung botak.

Selain itu, Jumlah para pendemo diperkirakan kurang lebih 20 orang yang dikawal personil kepolisian polres pulau Buru.Aksi para pendemo dari awal hingga akhir berlangsung  lancar dan aman. Liputan, La Darson .

About master

Check Also

Wabup A. Khafidh Puji 6 Desa Berprestasi, 53 Desa Lain Diwanti-wanti

JAMBI, – (korantekad.id) – BANGKO – Tingkat partisipasi dan keaktifan pemerintah desa menjadi penentu utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *