DIDUGA “SETOR” UANG KOORDINASI,TOKO PIL KOPLO DI BONDO DI GEREBEK ANGGOTA POMAL DAN WARGA.

  JEPARA,korantekan.id – Aksi tegas dilakukan oleh anggota TNI Angkatan Laut POMAL bersama masyarakat dan awak media dalam memberantas peredaran obat terlarang, sebuah toko yang menjual obat keras jenis psikotropika digerebek di desa bondo,kecamatan Bangsri,kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Jumat (13/02/2026) sekitar jam 21: 45 malam.

  Aksi ini bermula dari laporan narasumber mengenai maraknya perdagangan obat keras jenis Eximer dan Dextro di sebuah toko di Desa Bondo. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pedagang tersebut diduga nekat beroperasi karena merasa aman setelah memberikan “uang koordinasi” sebesar Rp 30 juta kepada oknum Aparatur Penegak Hukum (APH).

  Merespons keresahan warga akan bahaya obat tersebut,yang dapat menyebabkan halusinasi, gangguan saraf, hingga kematian bila di konsumsi jangkau panjang,Saudara Irawan dari kesatuan POMAL bersama sejumlah wartawan dan warga mendatangi lokasi. Namun, saat hendak di klarifikasi, pedagang tersebut justru melarikan diri secara spontan melalui pintu belakang toko dan memanjat tembok tetangga.

  Di lokasi, tim menemukan barang bukti obat-obatan terlarang dalam jumlah yang signifikan, serta dua unit sepeda motor yang ditinggalkan: Honda Vario 125 milik penjual dan Honda CB 150 milik seorang pelanggan yang juga ikut kabur.

  Kejanggalan mulai dirasakan ketika awak media menghubungi kantor kepolisian terdekat. Meski temuan ini tergolong besar dengan barang bukti fisik yang nyata, hanya satu orang petugas Bhabinkamtibmas yang datang ke lokasi.

  Absennya satuan Reserse Kriminal (Reskrim) atau Resmob dalam penanganan temuan skala ini memicu kecurigaan para saksi utama. Muncul pertanyaan besar, mengapa tidak ada unit khusus yang diterjunkan untuk melakukan olah TKP atau pengejaran seketika terhadap pelaku yang baru saja melarikan diri.

  Terkesan ada pembiaran atau sikap dingin dari pihak petugas yang hadir,”Ada kejanggalan yang kami rasakan. Saat kami berpamitan pulang, penanganan di lokasi terkesan dibiarkan saja tanpa ada upaya pengamanan TKP yang ketat. Sebetulnya ada apa di balik semua ini?” ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.

  Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak kepolisian di tingkat Polres atau Polda Jawa Tengah dapat turun tangan menyelidiki dugaan uang keamanan tersebut dan memastikan kasus ini tidak menguap begitu saja.

( Ahmad HK )

About HERI JEPARA JEPARA

LIHAT LAWAN LAPORKAN

Check Also

Seleksi Sekolah Bintara Polri 2027 di Polda Maluku, 18 Peserta Lulus Tes Psikologi

Ambon.korantekad.id  – Sebanyak 18 dari 30 peserta seleksi Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *