Dirut RSUD Hadir Tanpa Dokumen Nakes ” Anggota Tim I DPRD Promal Tanggapi “minta Di Ganti “
Ambon.korantekad.id. Plt Direktur RDUD Haulusy Ambon menghadiri rapat bersama DPRD Maluku tanpa membawa dokumen alias data Nakes.yakni data pembayaran Insentif Nakes tahun 2021 .Hal tersebut mendapat tanggapan dari Anggota Tim I Covid- 19 DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun saat berlangsung rapat di DPRD karang panjang Ambon.Rabu, 28 Juli 2021

Menurut Watubun ,dari penjelasan Plt Direktur RSUD Haulussy- Ambon, dr Justin Pawa , untuk tenaga kesehatan (Nakes) berjumlah 224 orang dengan total 1,4 M untuk bulan Juni 2021 akan segera dibayarkan.Dan Insentif Nakes untuk Febuari sampai Juni masih dalam proses pendataan.
Hal tersebut ,Jika dibandingkan dengan RSUD dr Ishak Umarella-Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah RSUD dr Haulussy jauh tertinggal.Dan RSUD dr Ishak Umarela telah siap membayar insentif Nakes bulan Januari sampai April 2021. Sedangkan Mei – Juni dalam proses pendataan.” Paparnya
tambahnya terlambat pembayaran insentif pada RSUD dr Haulussy menjadi catatan buruk yang selalu berulang tanpa adanya peningkatan kinerja selama masa Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 1 tahun lebih.Dan apakah cara pembayaran hak Nakes sama di tiap rumah sakit atau berbeda.Jika itu sama kenapa RSUD dr Umarella bisa, sementara RSUD dr Haulussy tidak bisa. ” Kesalnya
Olehnya itu Watubun minta sebaiknya dilakukan pergantian direktur RSUD saja agar bisa dilihat mana yang berkualitas dalam bekerja.
Dengan demikian sebagai wakil rakyat, pantas untuk mengkritisi kinerja yang dinilai tidak ada perubahan dan merugikan pimpinan daerah.Karena Maluku masuk dalam kategori penyerapan penggunaan anggaran Covid-19 yang pailing terendah di Indonesia akhirnya beberapa waktu lalu, gubernur Maluku, Murad Ismail ditegur oleh Mendagri.Padahal ada daerah lain yang diberi apresiasi pemerintah pusat karena pengelolaan penggunaan anggaran Covid-19 yang disediakan cukup maksimal.” Tutupnya ( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

