
JAMBI,BUNGO (korantekad.id) – DPRD Kabupaten Bungo menggelar hearing bersama seluruh agen LPG di daerah untuk membahas permasalahan kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kg yang menjadi keluhan masyarakat. Rapat yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026) dipimpin Wakil Ketua II DPRD Darwandi, dan dihadiri Ketua DPRD Muhammad Adani serta sejumlah pejabat daerah dan perwakilan organisasi terkait.
Perwakilan agen LPG PT Ros Rahmatsyah menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi akibat pergeseran penggunaan yang tidak sesuai peruntukan. LPG 3 kg yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) justru banyak digunakan oleh kalangan non-subsidi. Selain itu, distribusi yang tidak tertib dan penjualan melalui pengecer menyebabkan harga tabung melambung hingga Rp30.000–Rp60.000, jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp17.000–Rp20.000 per tabung.
DPRD menilai bahwa persoalan tidak hanya berkaitan dengan kuota, tetapi juga lemahnya pengawasan terhadap alur distribusi dan penjualan. DPRD mendorong pembentukan tim terpadu untuk mengawasi distribusi LPG 3 kg serta penerapan sanksi tegas bagi pangkalan yang melanggar peraturan, agar bantuan subsidi tepat sasaran dan kasus kelangkaan serta kenaikan harga tidak terulang kembali.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

