Dr. Mahyudin, M.Si Khatib Khutbah Idul Adha 1445 H di Lapangan Siring Laut Kotabaru Kalimantan Selatan

Kotabaru Kalsel, korantekad.id – Dr. Mahyudin, M.Si. Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik – Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Selatan Khatib Khutbah hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah tahun 1445 H./ 17 Juni 2024 M. penuhi undangan Warga Muhammadiyah Jama’ah Mesjid Al Istiqamah Panlak Hari Raya Idul Adha di-Sring Laut, Senin 17 Juni 2024.

Wartawan Media korantekad.id Kotabaru Kalimantan Selatan usai pelaksanaan sholat hari Raya Idul Adha berhasil wancarai Khatib Dr.Mahyudin, M.Si, mengangkat Tema Khutbah dengan judul Reaktuliasasi Tauhid Sosial Risalah Iberahim, dipaparkan lebih jauh terkait Khutbah dikatakannya selama ini Ajaran Agama Ibadah Mahdah itu adalah seperti Sholat, Puasa itu Kebanyakan dimaknai sebagai ibadah Mahdah saja, padahal ibadah ibadah itu ada Demensi Sosial yang harus kita gali dan tangkap, dan harus diaktualisasikan dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, “ Jelas Dr. Mahyudin.
Dicontohkan seperti ibadah qurban sebenarnya ibadah simbol yang memiliki makna sosial yang luas, semangatnya adalah semangat berqurban dan semangat berqurban itu tidak hanya terbatas pada menyembelih Hewan qurban saja, karena hewan qurban itu secara fiqih adalah simbolik, tapi yang diinginkan dari ibadah itu adalah, aktualisasi, inplimentasi, dari ibadah simbol tersebut yakni semangat kesetiakawan sosial, solidaritas sosial, kalu ibadah qurban itu mampu kita aktualisasikan didalam kita berkehidupan berbangsa dan bernegara ini, maka tidak ada lagi kesenjangan sosial, tidak ada lagi kemiskinan sebenarnya, dalam berhajipun terhampar berbagai symbol gerak dan napas kehidupan yang seharus mapu kita tangap dan kita dalami maknanya. Selanjutnya kita menjadi Ilham , daya dorong yang besar dalam rangka menjadikan pribadi-peribadi bernilai dalam kehidupan “ Kata Dr.Wayudin.

Lanjut Dr.Mahyudin, M.Si, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Dosen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Organisasi Muhammadiyah telah menggarap Program Lembaga Zakat Infaq dan Sedeqah Muhammadiyah ( Lazismu ) Program ini sudah merambah diberbaagai aspek aspek sosial, sejak berdirinya Muhammadiyah tahun 1912 itu, sebenarnya semangat ibadah sosial, sampai sekarang Muhammadiyah mempunyai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), baik Sekolah, Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit, Kelinik, Panti Asuhan dan ini tersebar dimana mana, khususnya jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan jumlah Perguruan Tinggi milik Pemerintahan RI hampir se imbang banyaknya, “ terang Dr.Mahyuddin Pimpinan Muhamadiyah Kalimantan Selatan.
Dr.Mahyudin, Ketua Forum Masyarakat Anti Narkoba, MUI Kalimantan Selatan, Forum Islamik Center Kalimantan Selatan, ICM Kalimantan selatan menlanjutkan lagi, dikatakannya Ormas besar Muhammadiyah di Indonesia ini sebenarnya mampu mengelolanya yang disebut masyarakat Madani, civil society secara nyata, jadi antara Agama dan kegiatan sosial , kegiatan ekonomi dan kegiatan politik bagi Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan. Terkait dengan Program Da’wah, ini sudah dijalankan , baik diperkotaan, Kecamatan dan bahkan sudah sampai kedesa desa, seperti di dalam Kabupaten Barito Kuala pembinaan Petani, pembinaan ibu ibu, sekaran Aisiyah sudah bergerak untuk pembinaan ibu ibu dan bayi, jadi Muhammadiyah itu kerja nyata, kerja Konkrit, Muhammadiyah tidak berhenti diibadah Mahdah saja, Muhammadiya itu adalah sebuah gerakan pembaharuan dalam Islam untuk bertujuan Amar ma’ruf nahi munkar. Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Selatan sudah meramba pembinaan terhadap disibilitas, jadi Muhammadiyah cukup Intens melakukan program itu, dan kegiatan ini akan diteruskan bersambung kepada Pimpinan Pimpinan Derah Muhammadiyah (PDM) di Kabupaten Kota, “ fungkasnya.

Dinamika kehidupan mempunyai falsafah kerja yang selalu bergerak, berglora dan tidak ada kata berhenti selama jiwa dikandung badan, kec wukuali sejenak berhenti ketika wuquf dipaang Arafah. Arafa’ itu berarti mengenal, sehingga setiap muslim dalam penghentiannya pun mempunyai makna bekerja,yaitu untuk mengenal diri, memahami hidup, sambal menilai seluruh perjalanan kehudupannya.Idul Adha membawa keangan kita melayang jauh dimasa silam, peristiwa sejarah yang digelar Tuhan tahun 3800 tahun yang lalu, tepatnya 1800 tahun seblum masehi, sejarah ini dihiasi dengan de nbgan kelahiran dan perjuangan Rasul Tuhan, Khalilullah Nabiyullah Iberahim As, beserta keluarganya.
Dr.Mahyudin, M.Si, mengakhiri wawancara dipesankan kepada wartawan Media ini, dikatakannya saya pernah menjadi Koordinator Tim Riset indeks Kemerdekaan Pers yang diamanahi Dewan Pers selama 2 tahun berturut turut jelasnya ditahun sebelum Covid 19, kehidupan pers pada waktu itu masih ada tentangan tenangan, masih ada hambatan dan sebagainya, dan disetiap daerah punya perbedaan tentangan ini, problimatiknya berbeda beda, bagi kita pers itu adalah bagian dari Civil Soceity yang harus kita pelihara dengan baik di Negera kita ini, kalu pers itu sudah tidak tertib lagi, pers tidak cerdas lagi, jadilah pers itu tetap independen, pers itu tetap memilik wawasan Kebangsaan, pers itu adalah pengawas jalannya roda kepemerintahan, “ Tutup Dr. Mahyudin, M.Si. Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan publik. (Liputan Syafrudin)
korantekad.id Koran Tekad Online

