DUA PETI TERTIMBUN AKIBAT TANAH LONGSOR, JEJAK PEMILIK LUBANG PARITAN HINGGA KINI MASIH SIMPANG SIUR

DUA PETI TERTIMBUN AKIBAT TANAH LONGSOR, JEJAK PEMILIK LUBANG PARITAN HINGGA KINI MASIH SIMPANG SIUR

Namlea, korantekad.id – Tambang emas gunung botak tiada henti henti memakan korban. Dua penambang emas ilegal kembali tertimbun  tanah longsor. Peristiwa naas ini terjadi di areal tanah merah seputaran tambang emas ilegal gunung botak ,Sabtu 15/3/2023 Malam. Dipetuanan Kaiely, Desa persiapan Wamsaid Kecamatan Waelata Kab Buru,Maluku.Selasa,18/4/2023.

Sampai saat ini  peristiwa naas tersebut  belum diketahui terjadi di lubang paritan mana atau lubang Dompeng milik siapa, belum ada kepastian. Hasil penulusuran media ini melaporkan, kedua korban tertimbun tanah Longsor ketika ingin dievakuasi dari TKP guna  diselamatkan  untuk mendapatkan bantuan medis, Ada yang melarang tidak boleh mengambil video diduga hal itu dilakukan oknum TNI  yang sementara PAM di Gunung botak.

” Lubang paritan atau kolam Dompeng tempat peristiwa terjadi tanah longsor sehingga mengakibatkan kedua penambang mengalami luka serius hingga kini belum diketahui diparitan atau kolam Dompeng siapa. Namun menurut pantauan,ada dugaan kejadiannya Bila bukan didompeng inisial N atau Paritannya, La Samsi alias R alias Ode.

“Korban akibat tanah longsor di lokasi tanah merah ini bukan kali pertama sebelumnya ditahun kemarin pernah menelan korban mati didompeng Milik Buhari asal Bali korban marga Nacikit asal Bursel. Korban saat ditemui di RSUD Lala oleh awak media ini, belum siuman ditangan korban jarum emfus masih terpasang. Kata keluarga korban bahwa yang korban bukan hanya anaknya saja tapi ada korban lebih dari satu. Korban satunya kemarin ada di unit 18  tetapi saat ini kami tidak mengetahui masih disana atau dimana.Jelas salah satu korban

“Salah satu teman korban kepada korantekad.id mengatakan bahwa mereka baru pulang dan ingin ketemu Raden ujarnya tapi tidak ketemu  padahal sebelumnya telah janjian  Korban asal Kabupaten Buru kerja di bak rendaman milik Bos Raden yang ada pada areal tanah merah. Korban ketika ditemui media ini dalam ruangan perawatan gedung Internal rawat RSUD Lala terlihat dalam kondisi lemas dan belum siuman, dibadannya korban terlihat masih terpasang alat infus.

Sampai berita ini diterbitkan,” Baik Raden pemilik bak rendaman dan Irfan selaku penanggung jawab maupun La Samsi belum bisa dihubungi terkait musibah tanah longsor yang menimpah dua penambang tersebut. (Penggungjawab Liputan Tamrin Hehanussa)

About master

Check Also

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat Bandung, korantekad.id – DPRD Kota Bandung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *