Duet Cantik DR dan SR Terkesan Memalukan, Kepala BPJS BS Akui Klinik Muhammadiyah Bersalah

Bengkulu Selatan :Korantekad.id
semenjak beralihnya kepengurusan di dalam tubuh klinik Muhammadiyah, dari kepengurusan lama hingga kini di kelola oleh “DR dan SR”, yg mana “DR” menduduki sebagai pengelola utama di dampingi “SR” salah satu dari rekan duetnya.
Sebagai informasi tambahan diketahui bahwa “DR dan SR” selain sama-sama punya peranan penting di dalam kepengurusan klinik Muhammadiyah, keduanya juga pernah terlibat kerjasama dalam bidang lain.
Dimana “DR” sebelumnya adalah salah satu pejabat di lingkungan dinas sosial kab bengkulu selatan, sementara “SR” merupakan salah satu tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) di dinas yang sama dengan “DR”.
Sedikit mengulas pemberitaan yang kini sedang viral di kabupaten bengkulu selatan tentang klinik Muhammadiyah. Yang mana klinik tersebut diterpa pemberitaan bahwa kerjasamanya dengan BPJS kesehatan sudah putus kontrak.
Nanang jayadi selaku kepala kantor BPJS kesehatan saat di temui awak media 7 February 2022 di ruang kerjanya , tidak membantah pemberitaan tersebut.
Selain mengiyakan bahwa adanya pemutusan kontrak dengan klinik Muhammadiyah, nanang jayadi juga membeberkan alasan pemutusan kerjasama tersebut.
Tim investigasi croscek aktivitas klinik muhamadiyah.

 

Nanang mengungkapkan bahwa adanya pengalihan peserta BPJS dalam skala besar yang dilakukan oleh oknum pengelola klinik Muhammadiyah adalah penyebab utama diputusnya kerjasama tersebut. Pemutusan kerjasama adalah langkah yang diambil oleh pihak BPJS kesehatan, dengan berdasarkan laporan dari peserta BPJS itu sendiri.
Adapun peserta yang mengalami pengalihan fasilitas kesehatan hampir semuanya adalah peserta dari kelas PBI atau penerima bantuan iuran.
” Karena sudah menyalahi aturan kita BPJS memutuskan kerja sama dengan Klinik muhamadiyah , untuk puncak tertinggi hasil yang di dapat dari dana KAPITASI yang di cairkan Klinik muhamadiyah mencapai Rp. 40 juta rupiah” ujar Nanang.
Dari hasil ribuan pengalihan peserta BPJS ke klinik Muhammadiyah. Maka secara otomatis dana kapitasi yang didapat klinik Muhammadiyah melonjak drastis hingga meraup uang puluhan juta rupiah per bulannya, dan itu menguntungkan klinik Muhammadiyah. Tetapi merugikan peserta dan fasilitas kesehatan yang lain.
Tim investigasi usai mengkonfirmasi kepala BPJS terkait pemutusan kerjasama dengan pihak klinik muhamadiyah.

 

Untuk itu pihak yang berkompeten diharapkan agar menaruh perhatian lebih terhadap permasalahan tersebut.
Sementara konfirmasi dari oknum “DR dan SR” masih dalam upaya perjuangan, karena ketika ditemui awak media keduanya sedang tidak berada ditempat dan saat dihubungi melalui jaringan seluler keduanya tidak ada respon.( WD )

About master

Check Also

Hadiri Rakornas dan Grand BAZNAS Awards 2026, Zulhifni: Zakat Harus Produktif

JAMBI, – (korantekad.id) – JAKARTA — Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Zulhifni, yang juga bertindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *