Ambon.korantekad.id — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyoroti pentingnya perubahan regulasi dan peningkatan perhatian terhadap pembangunan kawasan kepulauan Maluku saat menghadiri kegiatan wisuda di Universitas Pattimura, Ambon Maluku , Kamis (22/4/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mengangkat isu ketimpangan pembangunan sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa.
Dalam wawancara usai kegiatan, Eddy menekankan bahwa akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu harus terus diperjuangkan. Ia mengisahkan pertemuannya dengan salah satu mahasiswa berprestasi yang berasal dari latar belakang ekonomi terbatas yakni Claris Fransiska Lali Neka .
“Alhamdulillah saya hari ini bisa bertemu dengan mahasiswa Universitas Pattimura dengan capaian empat datang dari NTT dari keluarga yang memang secara ekonomi tidak mampu..Kami tetap memiliki itikad kuat untuk bisa kuliah, hari ini membuktikan kepada orang tuanya,” ungkap Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk membantu kelanjutan pendidikan mahasiswa tersebut ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa.
“Dan tadi saya sudah memberikan janji saya bahwa jika nanti ananda Fransiska akan tingkat ke S2 kami akan memperjuangkan mahasiswa KIP-nya. Kalau pun tidak dapat, saya pun akan bertanggung jawab agar anak bisa kuliah lanjutkan S2,” ujar Eddy.
Selain isu pendidikan, Eddy turut menyoroti perlunya evaluasi terhadap undang-undang yang dinilai belum sepenuhnya mendukung keadilan pembangunan di wilayah kepulauan, khususnya Maluku. Ia mengingatkan bahwa persoalan ini telah berlangsung lama tanpa perubahan signifikan.
“Harus berubah undang-undang. Saya ketika datang ke sini Ambon beberapa tahun lalu, itu pun menjadi permasalahan yang disampaikan. Tahun 2016, sudah 10 tahun, tapi saya rasakan demi menjunjung asas keadilan, terutama untuk pengembangan ekonomi di kepulauan Maluku ini memang perlu ada evaluasi,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku, harus mendapat perhatian yang setara dengan wilayah lain di Indonesia. Ia berharap para pemangku kepentingan di lembaga legislatif dapat lebih serius memahami kebutuhan daerah kepulauan.
“Mudah-mudahan teman-teman lembaga legislatif bisa kemudian memahami, mendalami pembangunan kawasan Indonesia Timur, terutama kawasan kepulauan, untuk setara dengan kawasan kepulauan yang lain,” lanjut Eddy.
Dalam konteks global, Eddy juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat, khususnya dalam dunia kerja. Ia menilai transformasi global telah mengubah pola dan jenis pekerjaan secara signifikan.
“Ya hari ini kondisi global sudah kita hadapi perubahannya sangat cepat, termasuk perubahan lapangan pekerjaan juga sangat cepat. Jadi adaptasi terhadap global ini menjadi perhatian,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menangkap peluang dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang tangguh.
“Mahasiswa harus mampu menangkap ruang, mudah-mudahan teman-teman mahasiswa yang lulus, termasuk mereka di Universitas Pattimura, bisa menjadi pemimpin-pemimpin tangguh,” tegas Eddy.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya pendidikan, keadilan pembangunan, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global.
Eddy berharap semangat mahasiswa Maluku dapat menjadi pendorong kemajuan daerah dan bangsa ke depan.”harap Eddy tutup (Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

