
JAMBI,Tanjabtim (korantekad.id) –Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Dillah Hikmah Sari, meminta seluruh camat meningkatkan kewaspadaan dan tetap berada di wilayah tugas masing-masing.
Instruksi tersebut disampaikan Bupati pada Minggu, 2 Agustus 2026. Para camat diminta tidak meninggalkan wilayah selama kondisi masih berpotensi terjadi karhutla. Pemerintah kecamatan juga didorong mengambil tindakan pencegahan sebelum munculnya titik api.
Menurut Dillah, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan karena kondisi geografis Tanjab Timur memiliki sejumlah kawasan yang rentan terhadap kebakaran. Sekitar 62 persen wilayah kabupaten tersebut berupa lahan rawa gambut yang mudah terbakar ketika kondisi kemarau berlangsung.
Selain itu, sejumlah permukiman masyarakat berada di kawasan pesisir dengan kepadatan cukup tinggi dan masih terdapat rumah yang menggunakan material kayu. Aktivitas perkebunan, perladangan, persawahan serta pembukaan lahan juga menjadi faktor yang perlu mendapat pengawasan agar tidak memicu kebakaran.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Bupati meminta camat di 11 kecamatan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai fasilitas penanganan kebakaran. Ketersediaan sumber air, kondisi peralatan, jumlah personel hingga sarana komunikasi harus dipastikan dapat digunakan sewaktu-waktu.
Tidak hanya mengandalkan kesiapan pemerintah kecamatan, Dillah juga meminta penguatan koordinasi dengan berbagai unsur terkait. Camat diharapkan aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan lurah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, petugas pemadam kebakaran serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan di wilayah rawan, sehingga apabila ditemukan indikasi kebakaran, penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Dillah menekankan bahwa penanggulangan karhutla seharusnya tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah api membesar. Menurutnya, langkah pencegahan dan deteksi awal menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjadikan keselamatan masyarakat, perlindungan permukiman dan lahan produktif serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas dalam menghadapi musim kemarau.
Sementara itu, Satgas Karhutla Provinsi Jambi telah menyiapkan 81 posko di sejumlah lokasi yang dianggap rawan. Posko tersebut melibatkan personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI/Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api.
Selain menjadi bagian dari upaya pemantauan di lapangan, posko tersebut juga digunakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api.
Setiap posko diperkuat oleh 10 personel beserta perlengkapan pendukung untuk membantu pelaksanaan pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah masing-masing.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

