
Kab. Buru, korantekad,id – Paska penertiban Lokasi PETI di tambang Emas Gunung Botak yang dilakukan pihak keamanan di beberapa bulan lalu bahkan viral diberita online dan media cetak serta Media Eloktronika . Namun hasil Penulusuran media ini diduga Jenis kegiatan Tong dan dompeng serta rendaman masih beraktivitas seperti biasa. Jumat ,27/8/2021.

Aktivitas tong milik pengusaha tambang asal Ternate, Mantri Molle yang bekerja sama dengan oknum APRI, Irawan Molle yang berada dekat dengan pemukiman warga Desa Dava masih aktif. Ironisnya, tong tersebut berdampingan dengan saluran irigasi terlihat juga ribuan panggalan karung berisikan material pasir lagi mengantri tampak terlihat dua pekerja tong lagi sibuk sementara dua lainnya lagi santai duduk .
Irawan Molle dikonfirmasi melalui telpon selulernya (28/8/2021) kepada media ini Irawan berdalih Tong milik Matri saat ini melakukan aktivitas pengolahan memakai obat WS (Wiro Sableng) bukan bahan kimia berbahaya (B3) Seperti yang diberitakan
“Irawan juga memastikan bahwa Obat WS sekalipun ditelan tidak akan terjadi sesuatu Kata,” Irawan penuh yakin.
“Saya ini pemain tambang karna APRI (Asosiasi pertambangan Rakyat Indonesia) tidak mungkin Memakai bahan kimia berbahaya Yang negara larang,” Irawan beralasan ini opsi yang ditawarkan Kepada pemerintah sebagai solusi agar setiap potensi tambang emas berskala Kacil bisa resmi dijadikan tambang Rakyat oleh pemerintah .
“Banyak bendera dan Baleho berukuran besar milik APRI Tertancam dilokasi Tong
“Irawan Molle sedikit berhati hati menjelaskan saat disinggung Soal kepemilikan Tong. itu milik Pribadi atau milik APRI.” sebaiknya datang kesini baru saya jelaskan tidak baik melalui telpon ,” ajak Irawan
Terkait dengan aktivitas Tong yang beroperasi Desa Wabloi kecamatan Lolong Guba Kab- Buru penanggungJawab tong yang diduga milik Haji Komar yang akrab disapa Bravo Via telpon seluler Mengatakan.”Alhamdulillah aktivitasnya berjalan dengan Lancar.” Ucapnya dengan senang
Selain itu Bravo dengan bangga mengatakan, aktivitas tongnya yang ada di Desa Wabloi, masih beroperasi sampe sekarang. “Iya masih operasi jawab Bravo diseberang telepon.
“Padahal Tong milik pengusaha haji Komar ini pernah di Police Line dan dalam keadaan di Police Line tong tersebut anehnya masih bisa lakukan aktifitas pengolahan kala itu ” Rais beralasan bahwa saat penggerebekan maupun Police Line di Tong milik Bosnya dirinya tidak mengetahui apalagi beraktivitas kembali tong saat masih terpasang garis policeline
,” Hasil pantauan media ini sampai saat ini tong milik haji sultan yang berada di desa Wabloy belum beraktivitas .paska penggerebekan. Senada dengan Bravo, salah satu pemilik tong dan Dompeng asal desa Grandeng yakni Yadi Solisa juga mengatakan hal yang sama yakni, aktivitas tong dan dompeng miliknya masih beroperasi dengan lancar akuinya dengan Jujur .
“Selanjutnya Yadi juga mengakui Cuma modus kalau pernah dompeng miliknya sempat berpindah tangan kepada salah satu Oknum anggota. Aparat keamanan yang pernah melakukan pemusnahan bak rendaman dengan cara dibakar di sepanjang kanan kiri sungai Jalur A & B kini sudah beraktivitas lagi bahkan rendaman sudah ramai sampai di alor gunung batu,” jelas salah satu pemilik Lahan yang tidak ingin namanya dipublikasi. (LIPUTAN TAMRIN HEHANUSA ).
korantekad.id Koran Tekad Online

