Jalan Penghubung Antar Desa Rusak Parah, Siswa Kesulitan Bersekolah di Pangkalan Banteng

(KOBAR) Korantekad.id.Pangkalan Bun – Jalan penghubung antar desa Marga Mulya dan Desa Sebukat, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, mengalami kerusakan parah sepanjang 5 km. Kerusakan jalan ini semakin parah saat musim hujan, membuat jalanan menjadi becek dan licin, sehingga menghambat aktivitas warga, terutama siswa yang hendak berangkat ke sekolah. Rabu, 5 Maret 2025.

Kepala Desa Sebukat, Ramadan, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan yang semakin memburuk. Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama bagi anak-anak sekolah. Akibatnya, ketika hujan turun pada malam hari, keesokan paginya jalan menjadi sulit dilalui.

“Setiap hari anak-anak harus menghadapi kondisi jalan yang berlumpur dan licin. Hal ini sangat mengganggu dan bahkan membahayakan mereka. Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait agar akses ini segera diperbaiki,” ungkap Ramadan.

Keluhan juga datang dari para siswa yang harus melewati jalan rusak tersebut. Rudi, salah seorang siswa yang setiap hari pergi ke sekolah melewati jalan itu, mengungkapkan bahwa banyak teman-temannya terpaksa tidak berangkat sekolah karena takut jatuh.

“Kami sering merasa khawatir saat naik motor ke sekolah. Jalan ini penuh lubang dan sangat licin setelah hujan. Sudah beberapa kali ada teman kami yang jatuh, bahkan sampai mengalami luka. Daripada mengambil risiko, kadang kami memilih tidak sekolah,” ujar Rudi.

Seorang warga setempat menambahkan bahwa jalan tersebut sebenarnya pernah mendapatkan perbaikan dan penimbunan oleh pihak perusahaan. Namun, karena sudah lama tidak ada perawatan, jalan itu kembali rusak dan semakin memburuk seiring waktu.

“Dulu memang sempat ada perbaikan, tetapi sekarang kondisinya kembali rusak. Kami berharap ada solusi permanen dari pemerintah, bukan hanya perbaikan sementara,” ujar seorang warga.

Warga berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk memperbaiki jalan penghubung ini. Mereka menilai perbaikan sangat penting demi kelancaran aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang menuntut ilmu.

“Kami hanya ingin pemerintah peduli. Ini bukan sekadar jalan desa biasa, tapi akses utama bagi anak-anak sekolah. Jangan sampai mereka kehilangan hak untuk belajar hanya karena jalan yang rusak parah,” harap seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu perhatian dan tindakan nyata dari pihak berwenang agar masalah ini segera teratasi.(Sopian)

About master

Check Also

Seleksi Sekolah Bintara Polri 2027 di Polda Maluku, 18 Peserta Lulus Tes Psikologi

Ambon.korantekad.id  – Sebanyak 18 dari 30 peserta seleksi Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *