Kadis Perindag Promal : Ekspor Ikan Tuna Narita – Jepang Lalui Ambon – Manado
Ambon.korantekad.id.kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Elvis Pattiselanno SE .M.Si kepada beberapa awak media usai pantau ekspor Tuna Rabu,31 Maret 2021di kantor Perindrag Provinsi Maluku menyampaikan, kami mengekspor ikan Tuna melalui jalur penerbangan Ambon- Manado dikirim ke Narita – Jepang dan ikan yang di ekspor sudah dilaksanakan tiga kali dalam tahun 2021


Dikatakan Pattiselanno ,ikan yang dieskport hari ini, sebanyak 16,6 Ton melewati jalur Ambon – Manado – Narita ,dan bukan reguler Ambon Jakarta – Narita,namun langsung penerbangan Khusus yakni pesawat Gargo .” Ucapnya

Menurutnya ,kita eksport ikan Tuna dari Maluku Kota Ambon ,setiap dua sekali menggunakan pesawat reguler sebanyak 4- 6 Ton tetapi sekarang ini, kami mencoba untuk bisa setiap minggu itu dilakukan eksport dengan pesawat cargo khusus ,seperti Februari lalu pertama kali di lepas oleh Gubernur Maluku sebanyak 12 ton ikan Tuna , dan Minggu kemarin, di kirim lagi dengan perusahan yang sama PT. Peduli Laut Maluku(Pelaku ) sebanyak 11.5 Ton.Dan hari ini , PT PELAKU mengirimkan lagi , total seluruhnya 16,6 Ton. tetapi karena daya angkut pesawat Cargo khusus hanya maksimun cuman 13 Ton,
Maka penggiriman hanya 12,5 Ton. .Sedangkan 4,1 Ton sudah dikirim duluan , dengan pesawat garuda dengan rute Ambon- Makasar – Manado .” Urainya
Lanjutnya ,kemudian 4,1 Ton yang sudah dikirim duluan ke Manado itu, akan di tunggu penggiriman di 12,5 Ton ,kemudian bersama- sama 16,6 Ton dikirim dari Manado langsung Narita – Jepang .
Jadi , Total kan Tuna yang di eksport sebanyak 16.6 Ton lewat jalur Ambon -manado -Narita jepang dengan menggunakan lebel Ambon .Karena via muatan maupun PB dari Ambon Maluku untuk Maluku hanya Transit saja .tandasnya
Ditambahkan Pattiselanno,kalau pengiriman seperti tersebut, pihak Perindrag dengan PT Pelaku ekprotir bersama- sama mendorong supaya bisa setiap minggu di kirim langsung dengan pesawat Cargo .Dan langkah yang di Ambil mengguntungkan dari sisi bayar lebih murah, kemudian dari sisi penanganan prodaknya terjaga artinya tidak naik turun . Karwna bisa berpengaruh terhadap kwalitaa prodaknya .Sedangkan manfaat yang di peroleh PAD bagi pemerintah Dan Nilai eksportnya tercatat,dan akan ukuran pertumbuhan ekonomi.” Tambahnya
” Kemudian dari hasil rapat Zoom dengan Kwmendagri dan kementerian keuangan, badan pendapatan, ternyata kita selama itu,Maluku belum fokus ke dana insentif daerah ,salah satu indikatornya adalah dana insentif daerah bisa dapat dana nilai eksport .Itupun kalau bobotnya masuk katagori B maka bisa dapat dana insentif daerah.
.
Untuk Tahun 2019 Maluku hanya capai nilai C 75 untuk masuk B dengan nilai Bobotnya harus 80 ,sedangkan Tahun 2020 ternyata turun lagi ,tinggal 65 padahal eksport Maluku meningkat .makanya kita harus bersaing dengan daerah lain ,dorong terus ekport Maluku .Sehingga memperoleh rangking tertinggi juga dari daerah lain .” Pintahnya ( Ati ).
korantekad.id Koran Tekad Online

