Ketua AWaSI Jambi Desak Evaluasi Pertamina dan Elnusa, Rencanakan Aksi Terkait Dugaan Suap Kuota dan Distribusi BBM Bocor

 

JAMBI (korantekad.id) – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi resmi mengumumkan rencana aksi unjuk rasa besar yang akan digelar dalam waktu dekat. Aksi ini merupakan respons atas maraknya dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi maupun non-subsidi yang diduga melibatkan armada mobil tangki milik PT Elnusa Petrofin dan PT Jefri Abidin, serta dugaan praktik suap dalam pengaturan kuota BBM di lingkungan Depot Pertamina Fuel Terminal Kasang, Jambi.

Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, dalam keterangannya menyebut bahwa aksi ini akan dilakukan sebagai bentuk kepedulian publik terhadap persoalan mafia migas yang dinilai semakin merajalela.

“Kami tidak bisa tinggal diam. Terlalu banyak laporan, temuan, dan pemberitaan media yang menunjukkan adanya pola terstruktur penyimpangan distribusi BBM. Mobil tangki resmi perusahaan besar diduga masuk ke gudang minyak ilegal. Di sisi lain, ada indikasi kuat adanya suap dalam pengaturan tambahan kuota SPBU di depot Pertamina. Ini harus diusut tuntas,” tegas Erfan.

AWaSI Jambi mengungkap bahwa sejumlah pemberitaan media dan laporan masyarakat menunjukkan adanya dugaan pola berulang:

Pertama, mobil tangki berseragam Pertamina, yang tercatat sebagai armada PT Elnusa Petrofin dan PT Jefri Abidin, terlihat memasuki lokasi yang diduga gudang minyak ilegal.

Kedua, kendaraan tangki tersebut datang membawa BBM yang seharusnya disalurkan ke SPBU resmi.

Ketiga, ada aktivitas bongkar muatan secara sembunyi-sembunyi di sejumlah titik yang beroperasi tanpa izin.

Dalam beberapa pemberitaan, masyarakat berhasil mendokumentasikan mobil tangki keluar dari depot, kemudian berhenti di kawasan tertentu yang dikenal sebagai jalur distribusi minyak ilegal. Kondisi ini menimbulkan spekulasi adanya kerja sama oknum sopir, oknum perusahaan transportir, dan jaringan pengepul ilegal.

Selain dugaan mobil tangki masuk gudang ilegal, AWaSI juga menyoroti indikasi adanya fee atau uang pelicin di dalam pengaturan tambahan kuota BBM di depot Pertamina Kasang.

SPBU yang “bersedia membayar” akan diprioritaskan dalam antrean pengisian dan mendapatkan tambahan kuota melebihi jatah normal.

Sementara SPBU yang tidak bersedia mengikuti pola tersebut justru sering mengalami pengurangan kuota atau antrean panjang.

Ketua Umum AWaSI, Erfan, menyebut bahwa praktik seperti ini sangat merugikan masyarakat dan mengakibatkan kelangkaan buatan di berbagai wilayah.

“Kami menduga kebocoran BBM subsidi terjadi bukan hanya di hilir, tetapi sudah masuk ke hulu distribusi. Jika benar ada jual beli kuota di depot, itu kejahatan serius. Negara rugi, masyarakat dirugikan, dan ini membuka ruang bagi mafia BBM,” ujarnya.

Dalam pernyataan resmi tersebut, AWaSI Jambi juga menyampaikan tuntutan keras yang akan dibawa saat aksi unjuk rasa nanti.

AWaSI mendesak Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi besar-besaran terhadap dua jabatan kunci:

1. Kepala Depot Pertamina Fuel Terminal Kasang – Jambi

AWaSI menuntut agar yang bersangkutan mundur dari jabatannya apabila terbukti melakukan pembiaran atau tidak mampu mencegah praktik penyimpangan distribusi di bawah wilayah kerjanya.

2. Kepala PT Elnusa Petrofin Area Jambi

Tuntutan yang sama diajukan bila terbukti lalai, tidak melakukan pengawasan terhadap armada, atau membiarkan mobil tangki perusahaan dipakai untuk suplai ilegal.

Erfan menegaskan bahwa tuntutan ini bukan bersifat serampangan, tetapi didasarkan pada temuan nyata dan pemberitaan media yang menunjukkan lemahnya pengawasan pada dua titik penting distribusi BBM.

AWaSI menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya masyarakat pers mengawasi ruang publik demi mencegah kebocoran anggaran negara melalui mafia distribusi BBM.

Aksi akan digelar di dua titik utama :

1. Pertamina Fuel Terminal Kasang – Jambi

2. Mapolda Jambi

Massa yang hadir diperkirakan mencapai 50–100 orang, terdiri dari anggota AWaSI Jambi, jurnalis, aktivis anti-mafia migas, serta masyarakat yang peduli terhadap tata kelola energi.

Di akhir keterangannya, Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga hukum, dan insan pers untuk bersatu membongkar persoalan ini.

“Jangan biarkan Jambi dikuasai mafia migas. Kami akan terus mengawal, menyuarakan, dan menekan agar seluruh dugaan penyimpangan ini diusut seterang-terangnya. Tidak boleh ada yang bermain-main dalam urusan BBM, karena ini menyangkut hajat hidup rakyat,” tutupnya.   ~MLS

About HERCAPA TRIAN

Check Also

Seleksi Sekolah Bintara Polri 2027 di Polda Maluku, 18 Peserta Lulus Tes Psikologi

Ambon.korantekad.id  – Sebanyak 18 dari 30 peserta seleksi Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *