Ketua TP-PKK Provinsi Maluku secara Resmi Buka B2SA
Ambon.korantekad.id.Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, membuka resmi Festival Pangan Lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk Penanganan Stunting Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2021, Rabu, (17/11/2021).

Turut hadir, Ketua TP-PKK Kabupaten Bursel, SBT, Aru, SBB, MBD, Malra, Tanimbar, Kota Tual/Ambon serta Wakil Ketua TP-PKK Malteng.Plh. Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Margaretha E.E Samson, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Umar Al-Habsy, Plh. Sekda Maluku Sadali Ie, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Meikyal Pontoh, Kadis Sosial Sartono Pining, Kepala BPSDM Hadi Sulaiman, Kadis Kominfo Semmy Huwae, Karo Kesra Setda Maluku Abdul Haji Muhammad, Kadis ESDM Fauzan Chatib, Kasat Pol-PP Maluku J.A Adrians, Kadis Lingkungan Hidup Roy Siauta, Kadis Kelautan dan Perikanan Abdul Haris dan pimpinan OPD terkait lainnya.
Gelaran kegiatan ini merupakan kerjasama antara TP-PKK Maluku dan Dinas Ketahanan Pangan Maluku.

Widya dalam sambutannya menyampaikan,tujuan digelarnya festival ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA, meningkatkan pemahaman masyarakat dalam peneraan prinsip B2SA dalam mencegah Stunting, mendorong dan meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan olahan pangan lokal yang bernilai komersil.Dan juga mendorong penerapan konsumsi pangan B2SA, dengan memanfaatkan kearifan pangan lokal baik segar maupun olahan.
Menurutnya, pangan adalah kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat. Ketersediaan pangan yang cukup, belum tentu dapat menjamin terhindarnya penduduk dari masalah pangan dan gizi.Selain ketersediaanya perlu diperhatikan, pula aspek pola konsumsi rumah tangga atau keseimbangan kontribusi jenis pangan yang dikonsumsi, sehingga dapat memenuhi standar gizi yang dianjurkan.seperti kasus Stunting menjadi perhatian utama pemerintah pusat maupun daerah. Stunting yang terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai keseimbangan gizi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil dan balita.
Padahal terdapat banyak potensi pangan lokal sumber protein dan karbohidrat non beras yang ada di sekeliling kita, baik yang tedapat di pekarangan, kebun maupun ladang. Namun keberadaanya sampai saat ini, masih dilihat sebelah mata sehingga kurang perhatian dan terberdayakan.
Tambah Widya, konsumsi pangan dan gizi seimbang serta beragam menjadi syarat bagi perkembangan intelegensia maupun kemampuan fisiknya.
Lanjut Widya ,Generasi yang tangguh secara fisik akan menjadi tulang punggung bagi tumbuh kembang suatu bangsa dalam pembangunan ekonomi, sosial maupun politik.
Ditempat yang sama,Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Lutfy Rumbia dalam laporannya menerangkan, peserta yang mengikuti lomba pada festival ini adalah Kabupaten Bursel, SBT, Aru, SBB, MBD, Malteng, Malra, Tanimbar, Kota Tual dan Ambon.
Dan yang bertindak sebagai juri diantaranya, adalah Maya Safrina Suraningsih dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian /Koordinator Kelompok Substansi Konsumsi Pangan, Syane Palijama dari Fakultas Pertanian Unpatti Ambon dan Theny Barlola. ( Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

