Piru.korantekad.id.Anggota Komisi II DPRD SBB, Fraksi PDI Perjuangan Kab SBB Jodis Rumasoal SH. Meminta Pemerintah Daerah Kab SBB dalam hal ini Karteker SBB Bapak Brigjen TNI Andi Chandra Asaduddin agar lebih fokus dan cenderung menyesaikan persoalan Infrastruktur Sarana, Prasarana, Jalan & Jembatan yang menghubungi daerah pegunungan Kec Taniwel Gunung. Status Jalan Riring, Rumahsoal, Neniari Gunung, Buria, Taniwel, Buria, Lohia Sapalewa, Taniwel, Laturake & Status Jalan Lingkar (Rumama) Dusun Kawatu, Rumberu, Rumberu & Manusa Kec Inamosol Kab SBB serta Pembangunan Lainnya.

Poros utama pembangunan Kab SBB untuk dapat mengatasi berbagai persoalan berupa Pendidikan, kesehatan, ekonomi dan berbagai persoalan lainnya yang paling mendasar bagi masyarakat Kab SBB yang ada di pedalaman Pulau Seram,maupun di daerah kepulauan yang sangat terisolasi atau tertinggal .karena Pembangunan dan infrastruktur yang berhubungan langsung dengan dinas teknis berupa Dinas PUPR, Pendidikan, Kesehatan dan sebagainya.
Menurut Politisi Muda Kab SBB Asal Partai PDI Perjuangan pagu anggaran di alokasikan melalui APBD tahun 2021 – 2022 baik dari dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) yang kurang lebih Rp 16. 788. 6221. 200, yang dapat di uraikan dalam bentuk berbagai program berupa pembangunan Infrastruktur Jalan antar Desa Status Jalan Neniari Gunung – Rumahsoal & Riring kurang lebih (8 KM) sebesar Rp 12. 015. 973.000,- , peningkatan Status Jalan Buria – Taniwel panjang kurang lebih (1, 500 KM) pagu anggaran Rp 1. 365.000.00,-, peningkatan Status Jalan Dusun Kawatu, Rumberu & Rambatu kurang lebih (10 KM) pagu Rp 4. 635. 824. 200,- Pembangunan gedung Baru Polindes Neniari Gunung Rp 324.000.00,- Serta beberapa program lainnya.* Sebutnya
Terhadap itu ,Jodis Anggota DPRD Kab SBB perwakilan Daerah pegunungan Kab SBB merasa prihatin dan empati terhadap berbagai dinamika pembangunan dan persoalan yang terjadi di daerah pegunungan, mendesak agar pemerintah daerah pihak eksekutif di dalam pejabat bupati Kab SBB agar dapat memprioritas beberapa program di atas karena selama ratus tahun masyarakat pegunungan tidak merasa pembangunan hidup dalam keterolisasian, kemiskinan, buta huruf, putus sekola tingkat kematian sangat tinggi dan berbagai persoalan lainnya.” Ungkapnya
Rumasoal mengigatkan bahwa dalam beberapa bulan kedepan sudah masa tahun anggaran sehingga kalau tidak ada aksi di lapangan sudah pasti anggaran – anggaran tersebut dapat di kembalikan ke pusat sehingga yang merasa rugi masyarakat Kab SBB.
Oleh sebab itu dalam penjelasan terkait status Jalan Neniari gunung – Rumahsoal dan Riring Kec Taniwel gunung Kab SBB yang terkendala dengan kawasan Hutan Lindung yang di bahwa 5 KM merupakan kewenangan Gubernur Maluku dan persoalan tersebut sudah konsultasi dengan dinas Kehutanan Provinsi Maluku dan beberapa hari yang lalu juga sudah ketemu dan membicarakan persoalan kawasan tersebut kepada Bapak Gubernur Maluku Bpk Murad Isamail di kediaman jakarta pusat dan ijin terhadap kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan dapat di keluarkan dan status Jln Neniari Gunung – Rumahsoal dan Riring kec Taniwel gunung dapat di buka.” ( * )
korantekad.id Koran Tekad Online

