
(Iren Davidson Habeahan, korban pengeroyokan, mata merah dan lebam)
Kabupaten Pelalawan Koran Tekad.id
Korban penganiyaan dan pengeroyokan, Iren Davidson Habeahan didampingi kuasa hukumnya Hendri Siregar, SH, kepada wartawan mengatakan akan segera melaporkan oknum dokter RSUD selasih pangkalan kerinci, Rabu, 05/05-2021 dipangkalan kerinci.
Laporan ini kata hendri, akan dilaporkan kepolres pelalawan dan dewan etik kedokteran, “Yah, kami sesegera mungkin akan melaporkan oknum dokter, inisial, M yang bertugas di RSUD selasih pangkalan kerinci.
Laporan ini kita lakukan, karena kami menduga tidak profesionalnya oknum dokter yang melakukan visum terhadap Iren Davidson, yang merupakan korban pemukulan dan pengeroyokan, Sabtu, 15 Agustus 2020. Dari hasil visum yang disampaikan penyidik polres Pelalawan diduga tidak sesuai dengan fakta yang dialami korban”, ujar hendri Siregar.
Ketidaksesuaian ini sebut Hendri, berdasarkan kejadian yang dialami klien saya, dianya mengalami pemukulan di badan, lengan kiri dan lengan kanannya mengalami pemukulan menggunakan tangan dan benda ( bambu seukuran diameter sekitar 5 cm) oleh beberapa orang yang diduga oknum dari ikatan pemuda karya (IPK).

(Hendri Siregar, SH)
Hendri menambahkan, akibat penganiyaan dan pengeroyokan ini, korban mengalami lebam dipelipis mata sebelah kiri dan matanya memerah diduga karena dipukul. Namun sangat kita sesalkan, hasil visum dokter justru menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan pada korban, sehingga klien saya merasa dirugikan oleh hasil visum itu, “apalagi kita memiliki photo kondisi korban, sesaat sebelum klien saya divisum di rumah sakit umum daerah selasih”, imbuhnya.
Sebagai tambahan, korban mengalami penganiyaan dan pengeroyokan bersama rekannya Tosmen wartawan online analisa Riau saat melakukan peliputan, Sabtu 15/08-2020, di bukit horas desa Kesuma, kecamatan pangkalan kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Akibat penganiyaan dan pengeroyokan ini, kedua jurnalis mengalami luka-luka dan ponsel keduanya raib dirampas diduga oknum IPK.
Selain kedua jurnalis tersebut, korban keberingasan diduga oknum IPK ini, juga dialami oleh Manaek Siahaan, Toni barimbing, serta seorang bermarga nadabdap.
Richard Simanjuntak.
korantekad.id Koran Tekad Online

