JAMBI,(korantekad.id) – Gerakan Bersama Rakyat Kampus Jambi menggelar aksi unjuk rasa (unras) di Kantor Bank 9 Jambi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 10.05 WIB.
Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Rio Jodiansyah itu diikuti sekitar empat orang massa. Dalam aksinya, peserta membawa perlengkapan berupa toa pengeras suara, poster karikatur, selebaran berisi tuntutan, lilin, serta bunga tujuh rupa sebagai simbol protes.
Lima Tuntutan Mahasiswa
Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen bank dan pihak terkait, di antaranya:
1. Mendesak manajemen Bank 9 Jambi memberikan penjelasan jujur dan transparan kepada nasabah terkait dugaan kebocoran data atau serangan peretas, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
2. Menuntut transparansi penuh atas penyaluran dana CSR tahun anggaran 2024–2025 yang diduga tidak tepat sasaran dan minim publikasi.
3. Mendesak OJK Provinsi Jambi melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan IT Bank 9 Jambi guna menjamin perlindungan konsumen sesuai amanat undang-undang.
4. Meminta Kapolda Jambi melalui Subdit Siber mengusut tuntas dugaan peretasan serta menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesengajaan.
5. Menuntut pencopotan direksi atau pejabat yang dinilai tidak kompeten dalam menjaga keamanan data dan transparansi anggaran.
Aksi dimulai dengan orasi di depan pintu gerbang kantor bank selama kurang lebih 15 menit sebelum akhirnya perwakilan massa diterima untuk melakukan hearing dengan pihak manajemen.
Bank Akui Ada Serangan Siber
Dalam pertemuan tersebut, Humas Bank 9 Jambi, Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya memang mengalami serangan siber melalui jaringan internet oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menjelaskan, terkait dana nasabah yang sempat hilang, sebagian besar telah dikembalikan ke rekening masing-masing. Pihak bank juga telah melaporkan kasus tersebut ke penyidik Polda Jambi dan menyerahkan sejumlah bukti pendukung.
“Terkait perkembangan penyelidikan, itu menjadi kewenangan pihak kepolisian. Kami terus berkoordinasi dengan penyidik,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini total kerugian belum dapat ditaksir karena proses pendataan masih berlangsung dan bank masih menunggu laporan dari nasabah. Pihaknya memastikan akan merilis keterangan resmi kepada publik setelah proses penyelidikan selesai.
Terima Penjelasan
Menanggapi penjelasan tersebut, Koordinator Lapangan aksi menyatakan pihaknya menerima keterangan yang disampaikan manajemen bank, terutama karena persoalan ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sekitar pukul 11.05 WIB, aksi dan hearing berakhir. Massa membubarkan diri dengan tertib. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.
penerbit:(Ha.TR)
korantekad.id Koran Tekad Online

