Ambon.korantekad.id — Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon resmi membuka empat jalur seleksi mandiri penerimaan mahasiswa baru tahun 2026. Selain jalur reguler berbasis ujian, Unpatti tahun ini menghadirkan skema baru menggunakan nilai UTBK-SNBT tanpa tes tambahan sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., dalam konferensi pers di Lantai 2 Rektorat Unpatti Ambon, Selasa (26/05/2026).
Dominggus menjelaskan, jalur pertama yang dibuka adalah Mandiri UTBK reguler yang tetap menggunakan mekanisme tes seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Unpatti juga kembali membuka jalur mandiri prestasi yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dengan capaian akademik maupun non-akademik tertentu.
“Jalur prestasi ini sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya dan dikhususkan bagi adik-adik yang memiliki prestasi akademik. Tetapi hanya berlaku pada program studi yang tingkat peminatnya tidak terlalu tinggi,” ungkap Dominggus.
Ia menegaskan, jalur prestasi tidak berlaku untuk program studi favorit seperti Pendidikan Dokter, Farmasi, maupun program studi dengan tingkat persaingan tinggi lainnya. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan mendorong pemerataan minat pada sejumlah program studi yang masih membutuhkan mahasiswa.
Menariknya, jalur prestasi ini dibuka tanpa pungutan biaya pendaftaran. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi sekaligus memudahkan akses mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Untuk jalur prestasi ini tidak berbayar. Jadi ini bentuk apresiasi kepada mereka yang punya prestasi agar lebih mudah mengakses pendidikan tinggi,” ujarnya.
Selain jalur prestasi, Unpatti tahun ini juga menghadirkan skema baru berupa seleksi mandiri berbasis nilai UTBK-SNBT tanpa tes tambahan. Jalur ini diperuntukkan bagi peserta yang sebelumnya telah mengikuti SNBT namun belum dinyatakan lulus.
“Kalau ada peserta yang sebelumnya tidak lulus di pilihan pertama, tetapi memiliki nilai UTBK yang tinggi, maka dia punya peluang masuk di program studi lain tanpa harus mengikuti tes lagi,” jelas Dominggus.
Menurutnya, seleksi akan dilakukan berdasarkan pemeringkatan nilai UTBK pada masing-masing program studi. Meski demikian, kuota yang disediakan pada jalur tersebut tetap terbatas dan disesuaikan dengan daya tampung yang tersedia.
Unpatti juga membuka jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diperuntukkan bagi mahasiswa putus kuliah maupun pekerja profesional yang memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun. Melalui jalur ini, pengalaman akademik maupun pengalaman kerja dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS).
“Mahasiswa yang pernah kuliah tetapi berhenti di tengah jalan bisa melanjutkan lagi. Begitu juga ASN atau pegawai swasta yang punya pengalaman kerja minimal lima tahun, nanti pengalaman kerjanya akan dinilai dan dikonversi menjadi SKS,” terang Dominggus.
Ia menjelaskan, pengakuan SKS pada jalur RPL maksimal mencapai 70 persen dari total beban studi program sarjana. Mata kuliah yang dinilai setara akan langsung diakui sehingga mahasiswa hanya perlu menyelesaikan mata kuliah yang belum terpenuhi.
Dalam kesempatan itu, pihak Unpatti juga mengingatkan calon mahasiswa agar lebih teliti saat memilih program studi, khususnya program studi yang tersedia di kampus utama maupun Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) seperti di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Aru.
“Sering terjadi peserta tinggal di Ambon tetapi memilih program studi yang ada di MBD atau Aru karena tidak teliti saat pendaftaran. Setelah lulus baru meminta pindah dan itu tidak bisa dilakukan,” tegas Dominggus.
Karena itu, ia meminta seluruh calon mahasiswa membaca dengan cermat lokasi program studi sebelum menyelesaikan proses pendaftaran. Menurutnya, kesalahan pemilihan lokasi kampus masih menjadi persoalan yang berulang setiap tahun dalam proses penerimaan mahasiswa baru Unpatti.”pinta Domingus tutup ( Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

