Meneger Pantai Bandengan Buka Suara Terkait Pemberitaan Terkesan Tidak Berimbang dan Mendiskriminasi

Meneger Pantai Bandengan Buka Suara Terkait Pemberitaan Terkesan Tidak Berimbang dan Mendiskriminasi

Manager Pantai Bandengan

Jepara, korantekad. id – Manager pantai bandengan yang biasa dipanggil “AJ” buka suara mengkelarifikasi melalui jumpa pers  dengan wartawan korantekad.id di Kantornya terkait pemberitaan media  https://jateng.wartaglobal.id/2024/10/manager-dan-karyawan-wisata-tirta.html WartaGlobal.id, dimana dalam pemberitaan tersebut, bahwa salah satu rombongan pariwisata tidak menerima karcis atau tiket masuk destinasi wisata, dan tiket hanya dipegang sama agenci Tour & Travel.

Disini Manajer Obyek Wisata Pantai Bandengan (AJ), yang melakukan jumpa pers di kantornya, Sabtu (02/11/2024), menyesalkan bahwa pemberitaan yang beredar terkesan ngawur dan kurang paham mekanisme kerja agen Tour & Travel. Dimana Awak media yang memberitakan tersebut terkesan tidak berimbang; menurutnya seharusnya oknum media tersebut mengklarifikasi kepada pihak pengelola objek wisata untuk kebenaran informasi tersebut sebelum berita dimuat. Bukan malah terkesan menjustifikasi atau menyalahkan pihak pengelola tanpa mengonfirmasi kebenarannya, keluh manajer Pantai Bandengan.

“Karena menurutnya mekanisme kerja agen Tour & Travel biasanya sebelum bus rombongan wisatawan datang, agen terlebih dahulu mengonfirmasi ke pihak tiket masuk pengelola obyek wisata untuk melaporkan dan membayar sesuai jumlah bus yang akan datang dan jumlah para wisatawannya. Jadi, otomatis karcis masuk dibawa oleh agen atau ketua rombongan”, tegas manajer Pantai Bandengan.

Lanjut manajer Pantai Bandengan memaparkan, ada lagi terkait pemberitaan media https://www.pertapakendeng.com/2024/11/dugaan-penyelewengan-dana-tiket-pantai.html dengan judul Dugaan Penyelewengan Dana Tiket Pantai Bandengan Saat SPECTA 2024.

Menanggapi berita tersebut di atas, Manajer Pantai Bandengan berpandangan bahwa itu tidak benar karena sudah diklarifikasi oleh agen wisata, di mana pengunjung itu membayar kepada agen wisata, bukan kepada kami/pihak Pantai Bandengan. Adapun ada 2 bus yang sudah ditarik; HTM itu sudah acara selesai yaitu pukul 15.10 WIB, dan itu pun sudah dikembalikan agen, dan video terekam sudah diklarifikasi”, tegas AJ. (Ahmad HK & Dwi Kusmanto)

About master

Check Also

Seleksi Sekolah Bintara Polri 2027 di Polda Maluku, 18 Peserta Lulus Tes Psikologi

Ambon.korantekad.id  – Sebanyak 18 dari 30 peserta seleksi Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *