Pemdes Sawa Serahkan Bantuan  28 Mesin Pada Kelompok Pertanian dan Pembagian BLT

Pemdes Sawa Serahkan Bantuan  28 Mesin Pada Kelompok Pertanian dan Pembagian BLT


Namlea, korantekad.id – Pemerintah Desa Sawa menggelar pertemuan bersama warga desa  yang dipimpin langsung oleh Penjabat Kepala Desa, Rohmat Soamole,S,Sos.Dalam rangka menyerahkan bantuan 18 Mesin Sensor Kayu  dan 10 mesin babat rumput kepada anggota kelompok pertanian. Bertempat di Kantor Desa Sawa Kecamatan Lilialy Kab-Buru Provinsi Maluku Pada  Kamis, 4/4/2024.  Melalui Program Ketahanan Pangan yang sumber dananya dari Dana Desa ( DD) TA 2024 Desa Sawa dan dilanjutkan dengan pembagian BLT.

Dalam Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Kepala Desa Sawa, Rohmat Soamole, ikut hadir, Ketua BPD Sawa, Saleh Soamole, Usman Umasugi, SE Sekertaris BPD, Pendamping Kecamatam Lilialy, Endah Kemalasari Sella, ST ,PLD Pendamping Lokal desa, Firdani Ruffaiga Assagaf, ST, Sekertaris desa Sawa, Aryadi Umamiti, Kasi Pelayanan desa Sawa, Syaiful Mangole. SP, Kasi Kesejahtraan Din Umasugi, Kasi Pemrintaha Muamar Mukaddar, Kaur Keuangan  desa Sawa, Milda Ernawati Abdullah serta Babinkamtibmas Desa Sawa, Bripka La Odhke M.Ruflin  serta  semua  penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Rohmat Soamole menyampaikan beberapa hal tentang bantuan program ketahanan pangan, Program ini merupakan bantuan prioritas dibidang ketahanan pangan yang tertuju kepada kelompok pertanian yang mana bantuan yang pemdes  programkan ini, nama-nama penerima bantuan sudah melewati. proses kajian yang sebisa mungkin dengan melibatkan, RT/ RW,Dan apabila penerima bantuan tidak lagi sejalan dengan kami pemdes maka kami Coret,”ucap Soamole.

Pencoretan tersebut, kami lakukan apabila kewajibannya tidak pernah dilaksanakan terkait Iuran wajib sebesar  Lima puluh ribu  tidak pernah diberikan .Kami, Anggap yang bersangkutan tidak lagi sejalan bersama Pemdes. Soamole berharap buat penerima bantuan, Pagar yang belium selesai tolong diselesaikan semua. Selain itu, Kebun yang baru tanam pisang coba di Gencot dengan tanaman yang lain supaya saat tim pemeriksa datang semua sudah lengkap dan tanamannya. Karena persoalannya, ini bukan sekedarbantuan lalu saya  tidak turun lapangan, kemarin saya tinjau lahan-lahan penerima bantuan dan saya tegaskan tetap eksen di lapangan, tegasnya.

Soamole berjanji apabila ke depan  kebun siapapun yang berkembang  nanti, Insha Allah kami siap Topang. Kami rencana menyusun anggaran dan melobi di luar ADD  maupun DD, Lanjutnya. Kami menggencot dengan program bantuan sampan ke para Nelayan dengan tujuan biar kita punya pasar bisa beroperas demikian juga Bantuan perkebunan sehingga roda perekonomian bisa berputar dengan baik biar warga yang berjualan dipasar nanti kami bantu dengan bekerjasama dengan Bumdes agar supaya dilakukan simpan pinjam sebagai modal usaha,” urainya.
Perlu diketahui, Pada tahun 2024 Desa Sawa berada pada posisi  ke-6 dalam perebutan pencapaian Administrasi makanya Sawa paling  tercepat disalurkan ADD maupun DD bila dibandingkan ditahun sebelumnya Desa Sawa berada diposisi terakhir dari 82 Desa sekabupaten Buru.

“Saya telah berkoordinasi dengan pendamping bersama pihak PMDes, Apabila administrasinya bagus, Insha Allah kita kejar dana yang namanya dana,” Tambahan yang berkisar sekitar Rp.116.000.000.

Selain itu, kami berupaya agar  kedepan ada pengusaha Ketel  mendapatkan mesin sensor kayu agar semua bisa merasakan anggatan Dana Desa. Dikesempatan yang sama ketua, BPD, Saleh Soamole, Ia hanya mengigatkan bahwa  bantuan berupa 18  mesin sensor Mini dan 10 mesin Potong rumput. Penerima betul-betul bisa manfaatkan bukan didiamkan sampai mubasir karena nanti dipertanggung jawabkan dikontrol oleh Pemdes bersama BPD.

Sementara Pendamping Kecamatan, Endah Kemalasari Sella, ST. Dalam arahannya,Ia cuma mengingatkan saja bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah desa kepada bapak-bapak penerima bantuan tolong digunakan sebaik mungkin dan dirawat  agar nanti kedepannya pemerintah desa bisa melihat apa yang dibutuhkan  oleh masyarakat khususnya pertanian.

Nah..!! Seperti yang disampaikan oleh kepala desa bahwa pemdes lagi berupaya bagaiman pasar disana itu bisa diaktifkan.Pemerintah mulai berawal dari ketahanan pangan. Beliau tadi sudah  sampaikan. bahwa desa Sawa sedang mengejar dana tambahan. Endah Kemalasari Sella mendoakan semoga rencananya  terpenuhi..Ia juga membenarkan kalau ditahun 2023 kemarin, Desa Waepetan dan desa Jikumerasa menerima dana tambahan tapi Tahun ini kedua desa tersebut tidak lagi dapat dana tambahan. Kenapa ?. Karena untuk tahun ini untuk penggunaan Dana Desa ada dua katagori, yang pertama Irmat  atau yang sudah ditentukan dalam arti wajib hukumnya dan Non Irmat atau yang tidak ditentukan, Yang ditentukan seperti BLT, maksimal 25% artinya boleh kurang tapi tidak boleh lebih, Ketahanan pangan minimal 20%, Artinya tidak boleh turun dari 20 persen.

Kenapa desa Waeperang dan Jikumerasa tidak masuk disebabkan karena,Ketahanan Pangan yang sudah  telah di tentukan itu tidak tercapai. Pasalnya dibawah 20 Persen sedangkan untuk desa Sawa sudah diatas 21 Persen.Jadi desa Sawa masuk sebagai salah satu desa yang mengikuti Lomba.”Jelasnya.

Dengan Super aktifnya Pj Desa Sawa Mudah-mudahan dengan bapak Penjabat yang super aktif terkait dengan regulasi-regulasi dan Informasi bisa membawa desa Sawa  keluar sebagai salah satu desa yang mendapat dana tambahan.

Hasil pantauan yang berhasil dihimpun media ini,kegiatan selenjutnya, Kepala desa Sawa secara simbolis menyerahkan satu mesin Sensor Mini kepada ketua kelompok tani, Abdul Raup Nahumamury, kemudian ketua BPD salurkan  satu mesin Potong rumput kepenerima Seterusnya penyerahan bantuan oleh Pendamping dan Bhabinkamtibmas desa Sawa.

Seusai penyerahan bantuan  28 mesin kembali dilanjutkan dengan pembagian Bantuan langsung Tunai ( BLT )  kepada 48 Kelompok Penerima Manfaat ( KPM).Langsung dibagikan oleh Pj. Kepala Desa dan PLD sebesar Rp.600.000.

Beta ( saya ) ucapkan Syukur Alhamdulillah dengan uang 600 ribu ini, bisa membantu katong ( kami) punya kebutuhan apalagi kondisi saat ini sudah dekat dengan hari Lebaran. Beta secara pribadi sampaikan terima kasih kepada pemdes Sawa, BPD bersama Pendamping karna telah melakukan yang terbaik buat katong warga desa Sawa,” ungkap penerima BLT kepada media ini yang tidak ingin namanya diberitakan. Sumber juga menyarankan buat warga sawa penerima bantuan mesin agar sungguh- sungguh dan serius untuk memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. (Tamrin Hehanussa).

About master

Check Also

Seleksi Sekolah Bintara Polri 2027 di Polda Maluku, 18 Peserta Lulus Tes Psikologi

Ambon.korantekad.id  – Sebanyak 18 dari 30 peserta seleksi Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *