Pendidikan Maluku Tidak Maju” Kalau Anggaran Cadis 10 Kab. Kecil ” Minta Berdiri Sendiri
Ambon.korantekad.id.Pendidikan Maluku tidak Maju. uang di cabang dinas ( Cadis ) 10 Kabupaten terlalu kecil alias tidak cukup.Hal ini disampaikan salah satu kepala cabang dinas pendidikan dan menengah Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB ) AP kepada tim investigasi melalui telepon selulernya pekan kemarin .
Menurutnya Dana pertahun di dinas cabang Kabupaten hanya seratus jutaan lebih sudah termasuk biaya kontrak kantor dan biaya rutin dan lainya . Sementara biaya oprasional cabang saja sudah lebih dari pada itu belum lagi bayar supir dan lainnya .
Selain itu,sambung AP ,selama penjabat hampir satu tahun , pada kantor Cabang Dinas Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB ) Maluku hanya terdapat pengadaan Satu komputer dari dinas Provinsi Maluku yang nilainya berkisar jutaan . “Kami butuh uang bukan barang. .Dan Dinas Pendidkan sendiri dong ( Mereka ) tahu .Tapi dong ( mereka) dengan sangaja tutup talinga .Jadi seng ( tidak ) bisa bagitu .Karena urus pendidikan bukan dengan mata tapi .harus dengan hati .” Pungkasnya
Dikatakan AP lagi ,uang banyak di dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi , apakah tidak bisa menambah dana sedikit? ,bagaimana pendidikan di Maluku bisa maju kalau kami tidak diperhatikan dengan anggarannya .sedangkan kami cabang dinas yang berada di 10 Kabupaten di Maluku yang akan memajukan pendidikan .karena kaki tangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku .
Dirinya yakin ,bukan saja Cabang Dinas Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB ) yang mengalami hal tersebut ,tapi juga di Cabang Dinas lainnya juga mengalami hal yang sama
Olehnya itu, AP meminta agar cabang dinas pendidikan dan Kebudayaan di daerah berdiri sendiri penganggaranya.Karena di kantor harus lengkap dan wilayah yang dijangkau untuk SMA SMK dan MA jaraknya jauh butuh pengorbanan .sehingga pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi harus melihat itu,dan transparansi .”kami tidak mengeluh hanya sebagai masukan saja .karena pendidikan Provinsi maju dengan adanya Kacab- kacab .” Pintahnya
Selain itu, Katong ( Kita ) punya TKD dari lantik Maret 2020 hingga saat ini,belum dapat .inilah yang membuat kewalahan dilapangan
Untuk itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat, diharapakan tahun 2021 perlu ada tambahan dana untuk semua Cabag Dinas Pendidikan di 10 Kabupaten .” Harapanya.
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui kasubag kepegawaian dan perlengkapan Y.Tuarita, di Temui Tim media di ruangannya pekan kemarin menyampaikan, seharusnya dalam proses penganggaran cabang dinas sudah harus mengelelola anggarannya sendiri seperti UPTD lainnya, namun pada tahun 2021 ini ada perubahan sistem perencanaan dan penganggaran dari pemerintah pusat melalui SIPD, sehingga sampai saat ini,pengelolaan anggaran cabang dinas masih di Instansi induk (Dinas Pendidikan), sebenarnya dinas sudah usulkan ke pemerintah daerah melalui bappeda namun sampai 2021 belum bisa di realisasikan, untuk teknisnya bisa ditanyakan ke bagian perencanaan dinas.Dan untuk anggaran cabang dinas sendiri tahun 2021 masih berupa kegiatan-kegiatan rutin kantor sehingga pengelolaan masih di bagian kepegawaian, hanya dana rutin saja seperti ATK ,Operasional Mobil, alat perlengkpan kantor, pengadaan komputer dan mebeler untuk cabang dinas.” Jelasnya

Selanjutnya terkait dengan Dana TKD , sesuai arahan ibu kadis, TKD Cabang Dinas harus segera di realisasikan karena itu merupakan hak mereka sehingga sementara ini lagi di usulkan secara kolektif. persyaratanya harus ada SKP 2017- 2020 .dan itu sudah kami sampaikan kepada teman-teman di cabang dinas, ” tandasnya
“kami harapkan kerjasama teman-teman di cabang dinas untuk segera masukan syarat itu (SKP) biar kita bisa mintakan TKDnya. karena untuk cabang dinas kami tidak bisa usulkan perorang harus kolektif.” Harapannya ,( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

