
JAMBI, (korantekad.id) – Setelah terjadi insiden kekerasan di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) beberapa hari yang lalu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, mengimbau para orang tua peserta didik untuk lebih giat mengawasi konten yang ditonton oleh anak-anak mereka.
Menurutnya, orang tua disarankan untuk memantau konsumsi tontonan anak, baik berupa film, drama, maupun jenis tayangan lain yang mengandung unsur kekerasan. Hal ini penting mengingat di era modern saat ini, berbagai konten dapat diakses dengan lebih mudah oleh anak-anak melalui aplikasi maupun situs web daring.
“Kami menyarankan agar orang tua selalu memperhatikan apa yang ditonton atau diakses anak-anak mereka di dunia maya. Intinya adalah mencegah mereka untuk mengakses tayangan yang mengandung unsur kekerasan,” ujar M. Umar kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa saat ini banyak sekali film bertema remaja yang mengangkat cerita kekerasan atau perundungan, baik yang berasal dari Korea, Jepang, maupun Cina. Tayangan semacam itu bahkan cukup digemari oleh para siswa SMA sederajat saat ini.
“Kita harus tetap waspada terhadap apa yang ditonton oleh anak-anak. Jangan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menonton film dengan tema perundungan,” tegasnya.
Dengan mengurangi paparan konten bertema kekerasan, diharapkan anak-anak akan menjadi lebih patuh terhadap orang tua dan tenaga pendidik. “Sehingga insiden kekerasan yang melibatkan siswa dan oknum guru di SMKN 3 Tanjabtim tidak akan terulang kembali,” pungkasnya.
Selain itu, Umar juga menyatakan bahwa pendekatan keagamaan dipercaya dapat membantu menjauhkan anak-anak dari kecenderungan menyukai hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

