
Namlea, korantekad. id – Pembangunan jaringan air bersih di desa Batujungku Kecamatan Batabual Kabupaten Buru tidak bisa dinikmati Masyarakat setempat akibat dikerjakan asal beres. Pekerjaan pemasangan jaringan pipa diketahui tidak sampai perkampungan. Seperti dikemukakan salah satu tokoh muda desa Batujungku, Iswar Batabual kepada tim investigasi korantekad.id Sabtu, 23/9/2023.
Iswar menuturkan pekerjaan jaringan air bersih mulai dikerjakan pada tahun 2017 oleh CV. Jaya Batabual Persada bersumber dari APBD tahun 2017. Dengan nilai pagu Rp 700.000.000 (Tujuh Ratus Juta Rupiah). Menurut, Iswar Wabula selaku tokoh muda, Air yang diperuntukan untuk Kami selaku Warga setempat tidak dapat kami nikmati. Proyek terkesan dikerjakan asal beres tidak sesuai Spek pekerjaan, yang mana tiang untuk penyangga pipa saja di buat dari kayu cabang.
Selain itu, seharusnya Mata Air yang di gunakan untuk bak penampung utama harus bersumber dari Mata Air besar yang diperkirakan apabila datang musim kemarau,3-6 bulan sumber airnya tidak bisa kering. Parahnya lagi, kata Iswar, Pembangunan Jaringan Air Bersih ini tidak sampai dipemukiman warga sehingga proyek tersebut tidak dapat di manfaatkan sama sekali oleh Masyarakat
Kami berharap Kejati Maluku dapat menusut tuntas proyek seperti ini, dan kami sangat berharap kehadiran Kejati Maluku untuk segera turun menginvestigasi kasus Proyek ini, sebab proyek ini menghabiskan anggaran yang begitu besar tetapi hasil tidak bisa dinikmati.
Kami menduga kuat pipa yang digunakan juga merupakan pipa bekas, kerena dalam pemasangan pipa tersebut, ada sebagian besar pipa yang sudah berkarat, ini membutikan kalau proyek ini terkesan sengaja di buat asal beres demi mendapatkan keuntungan yang besar.
Sampai berita ini terbit Bos pemilik CV. Jaya Batabual Persada belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi. (Liputan Tamrin Hehamussa).
korantekad.id Koran Tekad Online

