PT Ghana Utamadi Dhuniara Gercep dan Respon Keluhan Pengelola dengan Bersihkan Perairan Pantai Pailus

  JEPARA — PT Ghana Utamadi Dhuniara mengoptimalkan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sekaligus menerjunkan alat berat untuk membersihkan kawasan Pantai Pailus, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Langkah cepat ini diambil perusahaan tambak udang vaname tersebut guna merespons keluhan warga dan pengelola wisata terkait dugaan pencemaran air laut.

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Ketua Umum Ormas Gerakan Jalan Lurus (GJL), Riyanta, S.H., bersama Direktur PT Ghana Utamadi Dhuniara, Moeljadi, di lokasi tambak Dukuh Blebak, Desa Sekuro, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan transparansi publik terkait legalitas, pengelolaan lingkungan, dan operasional budidaya seluas 118.293 m² tersebut.

Aksi pembersihan pantai ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan atas hasil mediasi bersama Pemdes Karanggondang, Dinas Perikanan dan Kelautan Jepara, serta pengelola Pantai Pailus pada 3 Agustus 2026 lalu. Dugaan pencemaran sebelumnya sempat memicu penurunan kunjungan wisatawan dan memangkas omzet pedagang UMKM hingga 50 persen.

“Investasi harus tetap berjalan untuk membuka lapangan kerja di tengah maraknya PHK, tetapi kepatuhan terhadap perlindungan lingkungan hidup adalah hal yang mutlak,” tegas Riyanta.

Guna mencegah pencemaran berulang, perusahaan menerapkan sistem intake air laut yang ramah lingkungan dan rutin melakukan analisis kualitas air efluen secara in-situ maupun ex-situ. Secara legalitas, operasional tambak intensif ini telah mengantongi SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 600.4/25006351/Tahun 2025 tentang Persetujuan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH).

Saat ini, progres pembersihan material di pesisir pantai telah mencapai 75 persen. Dampak positifnya mulai dirasakan masyarakat sekitar. Khoifin, seorang nelayan lokal yang telah melaut selama 36 tahun, mengonfirmasi bahwa perairan Pantai Pailus kini sudah jauh lebih jernih.

“Air laut sekarang sudah jernih kembali. Hasil tangkapan ikan tidak terganggu, tidak ada biota laut yang mati, dan ikan tetap aman untuk dikonsumsi,” ungkap Khoifin.

( Dwi k )

About HERI JEPARA JEPARA

LIHAT LAWAN LAPORKAN

Check Also

Natalius Pigai Apresiasi Pemprov Jambi Atas Langkah Nyata Pemenuhan HAM Warga Suku Anak Dalam

JAMBI, – (korantekad.id) –  (Diskominfo Provinsi Jambi) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *