Rapat Komisi III DPRD Maluku Bersama Mitra Bahas Program Perioritas Tahun 2022
Ambon.korantekad.id.Rapat dipimpin Ketua Komisi Richard Rahakabau ,dan juga wakil ketua Komisi III Hatta Hehanussa dan dihadiri anggota komisi .Dan dalam rapat tersebut ,Komisi III bersama mitra terkait yakni yang di himpun,hadir juga Kadis PUPR Provinsi Maluku ,Kadis Disperidak Provinsi Maluku
Wakil Ketua komisi III DPRD Maluku Hatta Hehanussa yang diwawancarai sejumlah wartawan usai rapat di ruang komisi III Kantor DPRD Maluku Senin, 29 November 2021 menyampaikan Ada sebagian program yang tidak tepat, maka kita coba untuk segera melakukan pengeseran. Maka tujuan dari pada pendalaman terhadap KUA PPAS disitu, jadi kita menganggap yang tidak sesuai penempatannya segera dipindahkan,dan kita mendalami tentang ,proses pengusulan anggaran dari mereka.Dan kita memang belum masuk pada angka-angka tapi kita proses. Karena kita harus melihat dari sisi PJRMD , visi misi gubernur dan juga tema dari pada RKAP tersebut

“Kita tahu bersama bahwa tujuan anggaran yang paling utama adalah dalam kaitan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masalah kemiskinan.
Dikatakan Hehanussa , hari ini Maluku masih berada pada urutan ke 4 ,maka kita fokuskan pada tujuan usulan anggaran tersebut,selama kurang lebih tiga hari ini .karena kita tidak inginkan lagi bahwa anggaran- anggaran yang di buat atau diusul dari OPD mitra komisi III itu, tidak tepat sasaran ,dan tidak juga tepat pada pos- pos yang harus berpihak kepada rakyat .
Tambah Hehanussa rapat yang berlangsung kemarin, tidak tertutup,tapi terbuka dan hari ini sudah selesai 11 mitra tinggal tiga bidang ,masih scrosing ,nanti dilanjutkan lagi , karena kemarin waktu cukup terbatas.
Disamping itu juga sebelum kita masuk pada RKA bahas dan pendalaman dan pendampingan penyampaian visi misi komisi tadi dilihat sebagian program- program
yang tidak tepat.Maka kita coba untuk segera melakukan penggeseran atau dipindahkan contoh tadi di TKP
“Sebenarnya itu ,program perioritas dalam rangka membangun atau merehap bangunan rumah miskin pos anggaran di bawah minim. maka kita dorong kalau itu ditambah di sana yang kita geser mungkin dari PU yang tahap-tahapan pindah kawasan dan itu sudah menjadi pembahasan tadi .
Dan sudah sepakati dengan pihak PU dan pak kadis juga sudah mengiyakan itu.
Dengan Anggaran yang masih kurang hari ini hanya 2,8 . Karena ada beberapa sumber dana yang tidak masuk lagi ke APBD .untuk itu tentu kita harus dikelolah sebenarnya sesuai kebutuhan OPD untuk program perioritas.diharapkan, salah satunya itu penepatkan program di tengah-tengah masyarakat bisa memperdayakan program dilokasi tersebut .Dan di minta pekerjaannya dilakukan melibatkan masyarakat di sana agar menghidupkan ekonomi masyarakat jangan lagi di bawa dari luar.” Harapan Hehanussa ( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

