Ambon.korantekad.id — Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Fredy Leiwakabessy, menegaskan komitmen universitas untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas bagi seluruh mahasiswa. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Universitas Pattimura.
Sebanyak 5.846 mahasiswa baru resmi diterima Universitas Pattimura pada tahun akademik 2026/2027. Jumlah tersebut merupakan bagian dari ribuan peminat yang bersaing untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi utama di Maluku.
Rektor menyebut penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting bagi mahasiswa dan institusi. Bagi mahasiswa, penerimaan tersebut menjadi awal perjalanan akademik yang menuntut kerja keras, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
“Ini adalah hak Anda untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu, tuntutlah hak Anda pada ruang-ruang belajar yang inklusif, ruang-ruang belajar yang kolaboratif, kreatif, dan menyenangkan,” tegas Rektor.
Menurut Leiwakabessy, kesempatan menempuh pendidikan tinggi harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa mendapatkan tempat di Unpatti tidak terlepas dari perjuangan, kerja keras, dan doa orang tua yang menginginkan anak-anak mereka memperoleh pendidikan terbaik.
Komitmen terhadap kualitas pendidikan, lanjutnya, harus diwujudkan melalui lingkungan akademik yang memberikan kesempatan belajar secara setara tanpa diskriminasi. Universitas juga dituntut menjamin keselamatan, kenyamanan, kesehatan, serta kesejahteraan sivitas akademika sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung keberhasilan mahasiswa.
Dalam menghadapi perubahan teknologi dan tantangan era digital, proses pembelajaran di Unpatti diarahkan semakin fleksibel, kreatif, dan inovatif. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, serta adaptif terhadap perubahan.
Rektor turut menaruh perhatian terhadap mahasiswa baru yang telah memiliki prestasi dan talenta di berbagai bidang. Potensi tersebut diharapkan terus dikembangkan sehingga mahasiswa tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga membangun kapasitas kepemimpinan dan menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi almamater maupun masyarakat.
“Kami sangat menaruh harapan bagi Anda sekalian untuk membesarkan Unpatti sebagai almamater Anda,” ujar Rektor.
Untuk mendukung proses tersebut, mahasiswa akan memperoleh pembelajaran dan pembinaan dari tenaga pengajar dengan beragam latar belakang akademik, mulai dari magister, doktor, hingga profesor. Ruang kelas, laboratorium, serta lingkungan akademik lainnya diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi gagasan, kreativitas, dan karya mahasiswa.
Rektor bahkan menetapkan target tegas terkait masa studi mahasiswa baru. Pimpinan fakultas diminta memberikan dukungan maksimal agar mahasiswa angkatan 2026 dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu dan tidak terhambat oleh persoalan layanan akademik maupun proses pembelajaran.
“Karena itu saya menegaskan kepada seluruh pimpinan fakultas bahwa anak-anak ini harus selesai empat tahun ke depan,” ungkap Rektor.
Dengan target tersebut, sebanyak 5.846 mahasiswa baru diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan pada 2030. Target itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen Universitas Pattimura dalam memastikan mahasiswa memperoleh layanan pendidikan yang optimal dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi serta daya saing.
“Semoga karya-karya besar akan bertumbuh melalui talenta-talenta unggul yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin bangsa,” harap Rektor.
Sementara itu, Ketua Senat Universitas Pattimura, Tony D. Pariela, menyatakan penerimaan mahasiswa baru melalui Rapat Senat Terbuka Luar Biasa memiliki makna khusus karena untuk pertama kalinya prosesi tersebut dilaksanakan dalam format rapat terbuka luar biasa Senat Universitas Pattimura.
Pariela memaknai prosesi tersebut sebagai rite of passage atau ritus peralihan, yakni tahapan yang menandai perubahan status seseorang menuju kedewasaan akademik. Memasuki perguruan tinggi, menurutnya, berarti mahasiswa memasuki lingkungan yang menuntut tanggung jawab, kedisiplinan, etika, dan kemampuan berpikir yang lebih matang.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang pendidikan tinggi sebatas kewajiban hadir di ruang kelas atau menyelesaikan administrasi perkuliahan. Kampus harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk membangun kemampuan berpikir kritis, mengembangkan karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi persoalan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan prosesi penandatanganan dan penyerahan mahasiswa baru oleh pimpinan universitas kepada masing-masing dekan fakultas. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik 5.846 mahasiswa baru Universitas Pattimura Tahun Akademik 2026/2027.
Melalui momentum tersebut, pimpinan Universitas Pattimura menempatkan kualitas pembelajaran, kesetaraan kesempatan, pengembangan talenta, serta ketepatan waktu penyelesaian studi sebagai agenda penting. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut tidak berhenti pada pernyataan, tetapi benar-benar dirasakan mahasiswa selama menjalani proses pendidikan hingga menjadi lulusan yang mampu berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

