Reses Endri Avian di RT 13 Sriwijaya: Warga Curhat Jalan Berlubang, Kabid Bina Marga Hadir Langsung Jawab Keluhan
TANJAB BARAT, Koran tekad. id – Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Endri Avian, di kediaman Ustaz Hanan, RT 13 Kelurahan Sriwijaya, Jumat (26/06/2026). Sekitar 80 warga dari berbagai lapisan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda, tumpah ruah menyampaikan aspirasi mendesak terkait kondisi jalan lingkungan yang rusak parah.
Yang membuat reses kali ini istimewa adalah kehadiran Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tanjab Barat. Kehadiran pejabat teknis eksekutif di tengah forum dialog legislatif ini dinilai sangat strategis, karena memungkinkan respons teknis dan penjelasan realistis disampaikan secara langsung tanpa melalui birokrasi yang berbelit.
Keluhan Klasik: Jalan Berlubang Hambat Aktivitas Harian
Dalam sesi dialog terbuka, keluhan utama warga seragam: kerusakan jalan yang sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan. Lubang-lubang besar di beberapa titik dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat malam hari atau musim hujan, serta menghambat distribusi barang dan mobilitas sehari-hari.
“Kami berharap kepada bapak dewan agar dapat memperjuangkan perbaikan jalan yang rusak ini, karena sudah cukup lama belum tersentuh perbaikan,” ungkap salah satu warga dengan nada memohon namun tegas.
Keluhan ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan menyangkut aksesibilitas dasar dan keamanan publik di wilayah perkotaan Sriwijaya.
Endri Avian: Aspirasi Jadi Prioritas Legislatif
Menyimak curahan hati warganya, Endri Avian menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan lingkungan adalah prioritas perjuangannya di parlemen. Ia tidak memberikan janji muluk-muluk, melainkan komitmen konkret untuk mengawal prosesnya.
“Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan koordinasikan dengan pihak terkait, khususnya Dinas PUPR. Kami akan berupaya agar perbaikan jalan ini bisa segera direalisasikan,” ujar Endri.
Ia menekankan bahwa peran legislator bukan hanya mendengarkan, tetapi juga memastikan usulan masuk dalam perencanaan anggaran dan program kerja pemerintah daerah secara transparan.
Sinergi Eksekutif-Legislatif Percepat Realisasi
Kehadiran Kabid Bina Marga menjadi katalisator penting. Warga mendapat kepastian bahwa keluhannya didengar oleh dua pilar kekuasaan sekaligus: pembuat kebijakan (DPRD) dan pelaksana teknis (PUPR). Pejabat tersebut juga memberikan penjelasan awal mengenai mekanisme pengajuan perbaikan jalan, termasuk syarat-syarat administratif dan skala prioritas penanganan.
Momentum reses di RT 13 Sriwijaya ini membuktikan bahwa ketika wakil rakyat hadir bersama eksekutif teknis di tengah masyarakat, aspirasi tidak lagi menguap di udara. Sinergi tiga arah ini menjadi model ideal pembangunan partisipatif, di mana kebutuhan warga diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui kolaborasi yang solid dan responsif.
Warga Sriwijaya kini menantikan tindak lanjut konkret, yakin bahwa suara mereka telah sampai ke telinga yang tepat dan tangan yang mampu mewujudkannya.( MP)
korantekad.id Koran Tekad Online

