
JAMBI, tanjabtim (korantekad.id) – 1 MARET 2026,Seperti yang dipublikasikan melalui situs resmi Pemkab Tanjung Jabung Timur (tanjabtimkab.go.id), dalam satu tahun kepemimpinan sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Bupati Dillah Hikmah Sari dan Wakil Bupati Muslimin Tanja mencatatkan kinerja yang beragam di berbagai sektor, meskipun dihadapkan pada tantangan besar terkait keterbatasan anggaran.
Struktur Organisasi dan Tata Kelola
Pada sektor tata kelola pemerintahan, upaya signifikan dilakukan dengan melantik 39 pejabat eselon II, III, dan IV pada November 2025. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintah, menyelaraskan fungsi kerja, dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan program pembangunan. Meskipun anggaran terbatas, pembenahan struktur organisasi ini diharapkan menjadi dasar kuat untuk pelayanan publik yang lebih baik ke depannya.
Infrastruktur dan Transportasi
Dalam sektor transportasi, pemerintah kabupaten berhasil meluncurkan layanan bus DAMRI yang menjadi solusi bagi akses mobilitas masyarakat di wilayah pesisir Tanjab Timur. Kendaraan ini menghubungkan beberapa daerah strategis, mempermudah perjalanan warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Namun, pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalan dan irigasi mengalami kendala akibat efisiensi anggaran sebesar Rp 87 miliar pada 2025 dan Rp 240 miliar pada 2026, dengan hanya 6% pembangunan yang bersumber dari APBD.
Sektor Agama dan Sosial
Kinerja di sektor agama menunjukkan perhatian yang kuat terhadap kebutuhan spiritual masyarakat. Pemerintah kabupaten menyelenggarakan doa bersama untuk mendukung kafilah MTQ tingkat provinsi dan melaksanakan proses pelepasan serta pendampingan jamaah haji Tanjab Timur. Selain itu, berbagai program sosial untuk kelompok masyarakat rentan juga terus digalakkan meskipun dengan skala yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Permasalahan yang Belum Terselesaikan
Dalam kinerja satu tahun ini, beberapa permasalahan utama masih belum dapat diatasi secara maksimal. Salah satunya adalah masalah banjir yang sering mengganggu aktivitas masyarakat akibat sedimentasi parah di saluran air. Bupati Dillah mengakui bahwa upaya penanganan belum optimal dan telah meminta maaf kepada masyarakat terkait hal ini. Selain itu, beberapa program pembangunan yang direncanakan harus ditunda atau disesuaikan akibat keterbatasan dana.
“Kinerja satu tahun ini merupakan langkah awal yang penuh tantangan. Kami akan terus mengevaluasi setiap program dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi kendala, terutama terkait anggaran, agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh masyarakat Tanjab Timur,” ungkap Bupati Dillah.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

