Universitas Pattimura Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Diversifikasi Produk Olahan Komoditas Lokal di GPM Liang

Ambon.korantekad.id — Universitas Pattimura (Unpatti) kembali memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal. Kegiatan bertajuk Pemberdayaan Perempuan Melalui Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Komoditas Lokal digelar di Jemaat GPM Liang, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin, akhir bulan Juni 2026 lalu  dengan melibatkan kaum perempuan jemaat sebagai peserta utama.

Program yang diinisiasi dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengolah komoditas lokal menjadi produk pangan yang lebih beragam, memiliki nilai tambah, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha ekonomi produktif. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal di Maluku.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi mengenai teknologi pengolahan berbagai komoditas unggulan daerah. Ketua Tim PkM, Sophia G. Sipahelut, membawakan materi tentang teknologi pengolahan kelapa. Selanjutnya, Meity Mailoa memaparkan potensi pengembangan produk berbasis pisang dan sagu, sedangkan Cynthia G. C. Lopulalan memberikan materi mengenai inovasi teknologi pengolahan keladi yang dapat menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung pembuatan aneka produk olahan berbahan dasar kelapa, pisang, sagu, dan keladi. Pendekatan pelatihan yang interaktif memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami setiap tahapan proses pengolahan sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha berbasis rumah tangga.
“Maluku memiliki kekayaan komoditas lokal yang sangat melimpah. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi ilmu dan keterampilan agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai tambah, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong lahirnya usaha-usaha baru yang dikelola oleh perempuan di tingkat jemaat,” ungkap Ketua Tim PkM, Sophia G. Sipahelut.

Menurut Sophia, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi keluarga. Melalui penguasaan teknologi pengolahan hasil pertanian, masyarakat tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperluas peluang pemasaran sehingga komoditas lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Majelis Jemaat GPM Liang yang menilai materi pelatihan sangat sesuai dengan potensi sumber daya alam yang tersedia di lingkungan masyarakat. Pemanfaatan komoditas lokal dinilai menjadi solusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi jemaat sekaligus mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian dari Universitas Pattimura atas pelaksanaan kegiatan ini. Materi dan pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat karena memanfaatkan komoditas yang tersedia di lingkungan kami. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh para peserta dan berkembang menjadi usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat kemandirian ekonomi jemaat,” ujar Ketua Majelis Jemaat GPM Liang, Izack Huwae.

Program ini mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui transfer pengetahuan serta pendampingan kepada masyarakat, Universitas Pattimura berupaya memastikan potensi komoditas lokal tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Maluku.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus diperluas ke berbagai wilayah di Maluku agar semakin banyak kelompok masyarakat yang memperoleh manfaat dari inovasi teknologi pengolahan hasil pertanian. Dengan demikian, penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Ati)

 

About ARIATI ARIATI

Check Also

Natalius Pigai Apresiasi Pemprov Jambi Atas Langkah Nyata Pemenuhan HAM Warga Suku Anak Dalam

JAMBI, – (korantekad.id) –  (Diskominfo Provinsi Jambi) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *