Ambon.korantekad.id.— Universitas Pattimura (Unpatti) melalui Russian Corner Universitas Pattimura bekerja sama dengan Diaspora Indonesia menggelar Talk Show Global Oversea Buns Indonesia: Kontribusi Diaspora Indonesia untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Aula Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Pattimura, Selasa (4/8). Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman dan gagasan antara akademisi serta diaspora Indonesia dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan melalui jejaring internasional.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara yang memiliki pengalaman akademik dan profesional di berbagai negara, yakni Head of International Office Universitas Pattimura Jonny Latuny, Arctic-Antarctic Research Institute/Saint Petersburg State University Rusia Gerry Utama, Professor of Physics of Nanoscience and Nanotechnology Universitas Pattimura Hendry Elim, serta Head of Russian Corner Universitas Pattimura David Kermite. Para narasumber berbagi pengalaman mengenai perjalanan studi, penelitian, dan pengembangan karier di Rusia, Jepang, Australia, serta sejumlah negara lainnya.
Talk show dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura, Ruslan H. S. Tawari. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya universitas memperluas wawasan mahasiswa agar mampu mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat global melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional.
“Pendidikan dan pengalaman internasional bukan hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga menjadi modal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kualitas, integritas, dan komitmen agar mampu bersaing serta memberikan manfaat bagi Indonesia,” ungkapnya
Ruslan menjelaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini tidak hanya terletak pada kemampuan akademik, tetapi juga keberanian mengambil peluang dan keluar dari zona nyaman. Menurutnya, pengalaman belajar maupun berkarya di luar negeri menjadi bekal penting untuk meningkatkan kompetensi, memperluas perspektif, sekaligus membangun daya saing sumber daya manusia Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam sesi diskusi, para pembicara mengulas berbagai tantangan yang dihadapi selama menempuh pendidikan dan bekerja di luar negeri, mulai dari adaptasi budaya, penguasaan bahasa asing, hingga kemampuan membangun kolaborasi lintas negara. Mereka juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, semangat belajar sepanjang hayat, serta kemampuan membangun jejaring internasional sebagai modal utama menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompetitif.
Forum tersebut sekaligus memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai berbagai peluang beasiswa, kerja sama riset, dan pengembangan karier internasional yang dapat dimanfaatkan melalui jaringan diaspora Indonesia. Pengalaman para narasumber diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani mengembangkan kapasitas diri dan memperluas kiprah di tingkat global tanpa melupakan kontribusi bagi daerah dan bangsa.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa yang tergabung dalam Russian Corner Universitas Pattimura menampilkan lagu Rayuan Pulau Kelapa dalam bahasa Rusia. Penampilan tersebut menjadi representasi hasil pembelajaran bahasa Rusia sekaligus memperlihatkan bagaimana diplomasi budaya dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan internasional melalui dunia pendidikan.
Melalui penyelenggaraan Talk Show Global Oversea Buns Indonesia, Universitas Pattimura menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi global. Sinergi bersama diaspora Indonesia diharapkan mampu membuka lebih banyak akses terhadap pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional sehingga melahirkan lulusan yang kompetitif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

