Ambon.korantekad.id — Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Maluku menegaskan pentingnya integritas, etika, moral, dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cahaya Pintar Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Rabu (14/10).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi bersama dunia usaha untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura, Ruslan Tawari, menekankan bahwa beasiswa tidak boleh dipandang semata-mata sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui perilaku dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa perlu memahami arti rasa syukur dengan menjaga kepercayaan, menjunjung tinggi nilai moral, serta menerapkan etika dalam kehidupan akademik maupun sosial.
“Ilmu pengetahuan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pencapaian akademik. Ilmu merupakan cahaya yang seharusnya memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat,” jelasnya

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui nilai akademik atau pencapaian pribadi. Ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu diterapkan untuk menjawab persoalan di lingkungan sekitar, menghadirkan manfaat bagi masyarakat, serta mendorong perubahan positif. Karena itu, penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN diharapkan mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus membangun kepribadian yang berintegritas, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Penekanan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun. Ia mengapresiasi dukungan YBM PLN yang membantu meringankan beban pembiayaan pendidikan mahasiswa, termasuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurutnya, bantuan pendidikan tersebut perlu diimbangi dengan komitmen mahasiswa untuk belajar secara sungguh-sungguh, meningkatkan prestasi, dan memanfaatkan kesempatan pendidikan secara bertanggung jawab.
“Kesempatan memperoleh bantuan pendidikan merupakan hal yang patut disyukuri sekaligus dipertanggungjawabkan. Mahasiswa perlu menjaga integritas, mengembangkan potensi diri, dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Kubangun.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat, terutama melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Oleh sebab itu, pembinaan penerima beasiswa tidak cukup hanya berorientasi pada keberlangsungan studi, tetapi juga harus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan. Penguatan karakter tersebut dinilai penting agar dukungan pendidikan menghasilkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar capaian individual.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Wiedhyarno Arief Wicaksono, menjelaskan bahwa program Berbagi Manfaat merupakan bentuk penyaluran amanah yang dihimpun dari para pegawai Muslim PLN. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mahasiswa sekaligus menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Ia menyebut, meskipun jumlah penerima dalam kegiatan tersebut terbatas, dukungan itu merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Universitas Pattimura.
Wiedhyarno berpesan agar mahasiswa memanfaatkan bantuan beasiswa secara optimal, menjaga kepercayaan yang diberikan, serta terus meningkatkan prestasi akademik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pattimura atas dukungan dan kerja sama yang memungkinkan penyaluran bantuan pendidikan tersebut terlaksana

Menurutnya, upaya yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Maluku, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kolaborasi Unpatti dan PLN melalui Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mendukung akses pendidikan. Melalui pembinaan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan studi dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi integritas, memiliki kemandirian, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Namun, keberlanjutan dampak program tersebut juga membutuhkan komitmen mahasiswa untuk menjaga prestasi dan tanggung jawab, serta dukungan institusi yang konsisten dalam memperkuat kualitas pendidikan di Maluku.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

