
JAMBI ,Bungo (korantekad.id) – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bungo, Darwandi, memberikan sorotan tajam terhadap rendahnya tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat dalam kegiatan resmi DPRD yang berlangsung pada Senin (15/5/2026).
Dari total 28 OPD yang diundang, hanya 9 OPD yang terlihat hadir. Sementara itu, dari 17 camat yang ada di Kabupaten Bungo, hanya 4 orang yang memenuhi undangan kegiatan tersebut.
Menurut Darwandi, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena mencerminkan kurangnya komitmen dan tanggung jawab dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah.
“Kehadiran OPD dan camat dalam setiap agenda resmi sangat penting, terutama dalam pembahasan yang berkaitan dengan evaluasi serta pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, minimnya kehadiran tersebut berpotensi mengganggu koordinasi antara pihak legislatif dan eksekutif. Selain itu, hal ini juga dapat berdampak pada kurang optimalnya proses pengambilan kebijakan yang seharusnya berpihak kepada masyarakat.
Darwandi juga menegaskan agar para kepala OPD lebih serius dalam menjalankan amanah jabatan yang diemban.
“Jika merasa tidak mampu menjalankan tugas sebagai kepala OPD, sebaiknya mundur. Jabatan ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Bungo untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja OPD dan para camat, khususnya dalam hal kedisiplinan serta keaktifan mengikuti agenda pemerintahan.
DPRD Kabupaten Bungo berharap ke depan seluruh OPD dan camat dapat menunjukkan sikap yang lebih disiplin, proaktif, dan responsif dalam setiap kegiatan resmi. Hal ini dinilai penting guna memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif demi mewujudkan pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkesinambungan.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi yang lebih “tajam” (lebih kritis) atau versi yang lebih “netral formal” seperti rilis resmi pemerintah.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

