Ambon.korantekad.id. – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Veronica Tan, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku dengan agenda utama menyerap aspirasi masyarakat serta memperkuat upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah kepulauan. Setibanya di Bandara Pattimura Ambon, Jumat (12/6/2026), Veronica disambut Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat untuk melihat secara langsung kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan yang memiliki peran penting dalam menopang ketahanan ekonomi keluarga di daerah pesisir dan kepulauan. Maluku dinilai memiliki karakteristik geografis yang unik sehingga memerlukan pendekatan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif.
Agenda pertama Veronica Tan di Maluku diawali dengan peninjauan aktivitas perdagangan di Pasar Ikan Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekda Maluku dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku untuk berdialog langsung dengan para pedagang serta pelaku usaha perikanan.
Melalui dialog tersebut, Wamen PPPA berupaya mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari tantangan ekonomi rumah tangga, akses pasar bagi pelaku usaha perempuan, hingga kebutuhan dukungan pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis keluarga nelayan.
“Pemerintah perlu mendengar langsung suara perempuan yang setiap hari menjadi penopang ekonomi keluarga. Dari lapangan inilah kami bisa memahami kebutuhan riil masyarakat dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkap Veronica Tan.
Selain berdialog dengan masyarakat, Veronica juga mengamati aktivitas jual beli hasil perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama warga Desa Laha dan kawasan pesisir Teluk Ambon. Aktivitas tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam rantai ekonomi perikanan, baik sebagai pedagang, pengolah hasil laut, maupun pengelola keuangan keluarga.
Usai melakukan peninjauan lapangan, Veronica Tan melanjutkan agenda kerjanya dengan menghadiri Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau yang berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku, Desa Rumah Tiga, Kota Ambon. Forum ini mempertemukan berbagai elemen perempuan dari sejumlah daerah di Maluku untuk memperkuat jejaring dan membangun sinergi lintas sektor.
Forum tersebut diselenggarakan oleh Gerak Bersama Perempuan Maluku bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dengan dukungan Yayasan IPAS Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi perempuan Maluku untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, sekaligus merumuskan solusi dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah kepulauan.
“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, akademisi, dan masyarakat sipil sangat penting agar program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses,”ujar Sadali Ie.
Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau juga menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak, terutama dalam konteks daerah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis, keterbatasan layanan publik, serta akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi. Para peserta forum mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat lokal.
Kunjungan kerja Veronica Tan di Maluku diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat sipil dalam mempercepat pembangunan yang berperspektif gender. Dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan berbasis kondisi lapangan, upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Maluku diharapkan semakin efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan keluarga di wilayah kepulauan.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

