Ambon.korantekad.id.Anggota DPRD Provinsi Maluku asal Seram Bagian Timur ( SBT ) memberikan apresiasi kepada mitra yakni Dinas Pekerjaan Umum ,dan Balai sungai Perumahan Rakyat (PUPR) yang mana telah duduk bersama dengan kita untuk membicarakannya, yang begitu konsen terhadap penanganan banjir Bula sampe dengan tahun 2021 dan mudah mudahan di tahun 2022, kita sudah masuk kepada tahapan pekerjaan fisik dari pembuatan Kolam Retensi.” Ungkap anggota DPRD Provinsi Maluku komisi III dapil SBT M.Fauzan Alkatiri kepada wartawan Minggu, 30/1/22 di Ambon.

Di jelaskan Alkatiri , DED merupakan sebuah gambaran besar bagaimana pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan banjir Bula. Menjawab itu, maka akan di bangunnya Kolam Retensi sebagai wadah penampungan air, karena hilangnya daerah aliran sungai Air Kabur.
Menurutnya Kolam Retensi yang dibangun ini sangatlah besar sehingga mampu untuk menyerap debit air yang turun akibat hilang daerah aliran air sungai kabur-kabur.Selain apresiasi kepada mitra, kami Apresiasi juga kepada Bupati SBT yang mana telah selangkah lebih maju dalam melakukan pembebasan lahan.
Hal ini, diketahui berdasarkan apa yang disampaikan kepala Balai bahwa, “ ternyata sudah ada kordinasi yang baik antara pihak Balai Wilayah Sungai dengan pemerintah Provinsi Maluku, maupun Pemerintah Kabupaten SBT.
” Kami berharap semoga program ini tereksekusi secara baik karena tentu akan berdampak untuk menghilangkan stigma bahwa Kota Bula adalah kota banjir.” Harapannya
” Kabupaten SBT termasuk wilayah di Maluku yang rentan terhadap banjir. Terhadap hal ini kami dari komisi III telah mengkomunikasikan sejak tahun 2020 lalu, merapatkan itu bersama sama dengan balai sungai serta Dinas PUPR.Lalu hasilnya di tahun 2021 adalah Draf Engineering Desainnya ( DED ) sudah diselesaikan oleh Pemerintah Pusat yang dalam hal ini diwakili oleh balai wilayah sungai Maluku” tutupnya ( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

