Ataparry : ” Guru Kontrak APBD 2021 Sebanyak 1004 Orang
Ambon.korantekad.id.Guru kontrak APBD 2021 sebanyak 1004 guru yang dibayarkan APBD, berlaku tahun 2019 – 2020, kuotanya tidak ada penambahan.
Penambahan hanya lewat usulan pokok-pokok pikiran, ada 38 Guru
Maka total jumlah guru kontrak untuk tahun 2021 sebanyak.1042.” ujar Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Samson Atapary yang kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, Kamis,1-4-2021

Dijelaskan Atapary ,Kami telah mengusulkan dari 1004 guru kontrak tapi tidak ada yang di PHK, SK nya akan tetap dilanjutkan ke 2021 namun ada pergesera, jadi dari 1004 tetap ada yang diperpanjang SK kontraknya dalam status kontrak dan nanti dibayar lewat APBD, akan tetapi ada yang dialihkan menjadi guru penugasan (honor) yang dibayar lewat dana BOS.” Ungkapnya
Menurutnya , saat ini antara komisi IV dengan Dinas Pendidikan membuat formasi baru untuk penempatan guru kontrak berdasarkan analisa kebutuhan.
Jadi sekolah yang jumlah muridnya diatas 350, tidak ditempatkan lagi guru kontrak, diwaktu tahun 2020 yang masih ada guru kontrak disitu akan dialihkan menjadi guru penugasan dan haknya sama,akan memperoleh Dapudik, memiliki no Unik Pendidikan untuk nantinya dapat mengikuti P3K, sebab jatah kita untuk P3K 2924 ini mines guru agama.” Tuturnya .
.
Jadi sebenarnya tidak seperti itu dan SK keluarnya terlambat, karena memang sedang menata ,April ini seluruh SK baik yang guru kontrak maupun penugasan akan ditandatangani oleh Gubernur maupun Dinas Pendidikan dan gaji bulan Januari, Februari sampai Maret sudah bisa dibayarkan,” jelas Atapary .
Lanjut Atapary ,Samson telah disepakati kita mendapat kuota untuk P3K nanti ada 2924 cukup besar namun jika menggunakan pasinggrab rata-rata nasional bisa tidak terserap.Maka pihaknya akan minta ke Kementerian dalam hal ini Menteri Pendidikan agar ada kebijakan untuk Maluku agar pasinggrabnya diturunkan, karena ada alasan objektif yang kita minta, mengingat pertama tantangan kita yang masih cukup tinggi.” Lanjutnya
Disampaing itu juga ,mutu dan kualitas masih terendah dan hal tersebut berdampak pada lulusan baik lulusan Perguruan Tinggi Universitas Pattimura yang standarnya memang belum dapat disamakan dengan lulusan-lulusan perguruan tinggi yang berada di pulau Jawa. Sehingga jika mereka mempergunakan pasinggrab yang setara dengan lulusan-lulusan di pulau Jawa maka kita tidak akan dapat memenuhi target.” Ujarnya
Diharapkan ketersediaan guru dapat terpenuhi karena syarat yang dilihat soal mutu dan kualitas sumberdaya manusia dan ketersediaan guru, terserap minimal 3 sampai 5 tahun kedepan mutu dan kualitas pendidikan menengah kakan naik dan yang kita minta Afrimatif dari Kementerian yang berkaitan dengan pasinggrab,” harap Atapary
Untuk itu, pihaknya meminta agar ada penambahan DAK untuk infrastruktur sekolah.Karena termasuk kecil anggaran . hanya Rp 200 Miliar kemarin ,namun kebutuhan dapat keluar dari tingkat kesenjangan pendidikan antara Maluku dengan wilayah Barat yang berkaitan dengan mutu dan kualitas .” Pintahnya
Dengan demikian, kita membutuhkan dana kurang lebih Rp 2 Triliun. Sehingga seluruh sekolah SMA, SMK di Maluku dari sarana prasarana dapat terselesaikan, ruang belajar, laboratorium, mobuler dan sebagainya.Dan Untuk program P3K, sedang diproses persiapan anggaran 2021 , mungkin di bulan Mei atau Juni, karena sekarang sedang dipersiapkan guru kontrak dan honor menuju ke tes P3K .” Tutupnya ( Ati).
korantekad.id Koran Tekad Online

