
JAMBI,Tanjabtim (korantekad.id) – Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari melakukan pertemuan dengan Bappenas pada Selasa (27/1/2026), yang disambut Direktur Pembangunan Indonesia Barat Dr Jayadi, untuk mengusulkan hilirisasi kelapa dalam sebagai upaya meningkatkan nilai tambah daerah.
“Dalam pertemuan itu, saya menyampaikan bahwa Tanjabtim sebagai daerah penghasil kelapa dalam membutuhkan dukungan Bappenas untuk program hilirisasi. Tujuannya adalah membantu nilai tambah petani, tingkatkan nilai tambah daerah, serta membuka lapangan kerja baru,” ujar Dillah saat dihubungi Kamis (29/1/2026).
Ia memamerkan produk kelapa dalam daerah sebagai sentra produksi utama di pesisir timur Jambi, serta menyampaikan bahwa telah ada alokasi 5.000 hektar program replanting untuk meningkatkan produktivitas. Jika terealisasi, program ini dapat menghasilkan berbagai produk seperti santan, nata de coco, sabut kelapa, arang tempurung, minyak goreng, tepung kelapa, dan kayu pengganti dari batang kelapa dengan pasar yang luas.
Dillah menekankan bahwa pabrik tidak harus berskala besar, karena produk turunan juga bisa dibuat secara kecil dengan kualitas kompetitif. Program ini sejalan dengan program Presiden, sehingga diharapkan mendapatkan dukungan pusat untuk mendorong investasi dan program tanggul khusus perkebunan.
“Saat ini kita sudah realisasikan 357,21 Km tanggul dari target 200 Km per tahun dalam program 1000 Km tanggul. Tujuannya adalah memperkuat petani dan menstimulasi UMKM, sehingga kelapa dalam bisa jadi penopang ekonomi warga,” katanya.
Selaku kepala daerah, ia menjamin akan memberikan kemudahan investasi, dengan suplai bahan baku melalui kerjasama kelompok atau koperasi sesuai mekanisme pasar, yang sejalan dengan konsep Koperasi Merah Putih Presiden Prabowo.
“Kami berharap program hilirisasi ini segera terealisasikan, dan akan menjaga investasi yang masuk sesuai aturan serta saling menguntungkan,” pungkas Dillah.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

