
JAMBI-MERANGIN,(korantekad.id) – Langkah kaki anak-anak Merangin kini terasa lebih ringan. Di tengah tekanan kondisi keuangan daerah yang sempat membuat program ini nyaris kandas, Bupati Merangin M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh membuktikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Sabtu (31/1), suasana SMP Negeri 5 Sungai Manau dipenuhi haru dan kegembiraan. Di sekolah yang juga merupakan almamaternya, Bupati M. Syukur secara resmi meluncurkan Program Bantuan Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP se-Kabupaten Merangin.
Sebanyak 1.700 paket perlengkapan sekolah mulai didistribusikan. Bantuan tersebut terdiri dari dua stel seragam lengkap, sepatu, tas, serta kaos kaki, yang ditujukan untuk meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.
Berangkat dari Pengalaman Hidup
Peluncuran program ini bukan sekadar seremoni. Bagi M. Syukur, kebijakan tersebut lahir dari pengalaman pribadinya sebagai anak dari keluarga sederhana.
“Saya dulu orang susah. Beli sepatu hanya saat hari raya. Saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri hanya karena sepatunya robek,” ujar Bupati dengan nada emosional.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang jauh lebih berharga dibandingkan kekayaan alam. Jika sumber daya alam bisa habis, ilmu pengetahuan justru akan terus berkembang dan melahirkan inovasi tanpa batas.
Perjuangan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Di balik terlaksananya program ini, tersimpan perjuangan panjang di internal pemerintahan daerah. Bupati mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Merangin yang cukup berat hampir membuat program ini batal direalisasikan.
Namun berkat kekompakan jajaran Pemerintah Kabupaten Merangin di bawah koordinasi Sekretaris Daerah Zulhifni, anggaran tersebut akhirnya dapat diamankan.
“Jangan sampai ada anak Merangin yang tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu. Kalau ada yang terkendala perlengkapan, laporkan langsung ke saya, Pak Sekda, atau Kepala Dinas Pendidikan,” tegasnya.
Pendidikan Inklusif hingga Daerah Terpencil
Program ini juga membawa misi pemerataan akses pendidikan. Secara khusus, Bupati M. Syukur menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD), terutama yang berada di wilayah Sungai Manau Lama.
Ia menegaskan, tidak boleh ada diskriminasi dalam dunia pendidikan, termasuk bagi anak-anak di komunitas adat dan wilayah terpencil.
Bangun Karakter, Bukan Sekadar Fasilitas
Tak hanya fokus pada bantuan fisik, Bupati juga menitipkan sejumlah pesan pembangunan karakter kepada para pendidik, di antaranya:
• Mengaktifkan kembali Kantin Kejujuran sebagai sarana menanamkan nilai integritas sejak dini.
• Penguatan spiritual melalui shalat subuh berjamaah bagi siswa setiap hari Minggu, yang juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja guru.
• Literasi digital, dengan mengimbau orang tua agar lebih ketat mengawasi penggunaan media sosial demi melindungi tumbuh kembang anak.
Dengan komitmen penambahan anggaran pendidikan pada perubahan APBD 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Merangin menanam benih masa depan yang lebih cerah—satu pasang sepatu, satu langkah menuju perubahan.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

