
JAMBI (korantekad.id) – SENIN (2/2/2026), Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan menggelar dua rangkaian kegiatan edukasi pencegahan penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan, yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 6, Telanaipura, Kota Jambi. Acara yang berlangsung pada pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan seluruh kepala sekolah negeri dan swasta se-Provinsi Jambi, serta mendapatkan dukungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang memberikan pemaparan khusus kepada jajaran dinas, pengawas sekolah, dan perwakilan tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi (PLT) M.Umar MY, S.E., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi pembangunan provinsi ke-3 yaitu memantapkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, yang menjadi pondasi penting untuk menghadapi tahun 2045 dengan harapan terbentuknya SDM berkualitas, berkompeten, dan berdakwah. Menurutnya, saat ini ditemukan potensi penyebaran paham yang belum terkendali, sehingga diperlukan upaya sinergis untuk menangani hal tersebut.
M.Umar MY, S.E., M.M menjelaskan bahwa paham yang menjadi perhatian memiliki ciri berbahaya, antara lain bersifat pasif eksklusif, fanatisme berlebihan terhadap satu kelompok, serta pemahaman agama yang disesuaikan dengan kepentingan tertentu. Perluasan informasi melalui internet juga menjadi faktor yang mempermudah penetrasi paham radikal, sehingga diperlukan panduan agar anak-anak menggunakan teknologi secara bijak.
Sementara itu, perwakilan Densus 88 dalam edukasinya menjelaskan ciri-ciri awal radikalisme, pola penyebaran dan rekrutmen kelompok ekstrem, serta langkah-langkah pencegahan dini yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik. Peserta juga dibekali mengenai mekanisme deteksi dini dan pelaporan indikasi paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Para peserta edukasi, khususnya kepala sekolah, disampaikan agar segera berkoordinasi dengan institusi terkait seperti kepolisian, tokoh masyarakat, dan alim ulama jika menemukan masalah terkait penyebaran paham. M.Umar MY, S.E.,M.M. juga menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadikan sekolah sebagai ruang aman, inklusif, dan bebas dari pengaruh paham kekerasan, sesuai dengan visi Gubernur Jambi Al Haris “Jamin Mantap” yang mencakup kehidupan beragama, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif dan foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui jalur pendidikan.
(*Ha.Trian*)
korantekad.id Koran Tekad Online

