Ambon.korantekad.Fungsi kontrol DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat tumbuh di saat musim hujan saja,Polisi terlihat sibuk mengejar rakyat untuk di Vaksin, kejaksaan seakan tetap memupuk hubungan kebersamaan, sehingga pihak Pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat dengan mudah menabrak aturan.

Pasalnya Misi kasi Bae SBB sebagai simbol, target itu lebih penting dari segalanya, hal ini merupakan sejarah baru bagi Kabupaten Seram Bagian Barat, di menit akhir masa jabatan Bupati Seram Bagian Barat, Timotius Akerina, APBD 2022 jadi sasaran.Hal ini di ungkap salah kadis Kabupaten Seram Bagian Barat yang namanya tidak mau di publikasikan pekan kemarin di Piru Kab.SBB
Menurut kadis ” saya ko, heran saat ini kami semua masih dalam proses untuk mengaplot semua laporan anggaran di tahun 2021, bukannya kami harus di dorong untuk secepatnya untuk menyelesaikan tugas kami itu, kami malah di paksakan untuk segerah membuat dokumen agar APBD 2022 harus di tenderkan ” heran kadis
Tambah kadis ” saya ini sudah jadi kadis 15 tahun lamanya, dan sistem pengelola APBD di setiap tahun itu saya tahu, dan baru kali ini saja yang membuat saya bingung, dan yang lebih anehnya lagi “kami para kepala- kepala dinas di kejar dan di paksa untuk segerah melakukan perbuatan itu.
Olehnya itu. saya mintakan kepada rekan- rekan wartawan agar segerah melihat hal ini, karena biasanya itu April perencanaan mulai di buat, Mei akhir selesai, Juni tender perencanaan mulai berjalan, Agustus tender fisik, baik untuk pembagunan , maupun pengadaan, tetapi yang terjadi sekarang ini, tender perencanaan sudah berjalan, bahkan tender perencanaan sedang berjalan, tender pengadaan pun sudah jalan juga, inikan salah.” Tandas kadis
Dan yang lebih sadis lagi, lanjut Kadis , di APBD 2021 kemarin, untuk dak pendidikan, PPK -nya Gonta ganti, terakhir di ganti dengan MS sekarang MS juga menjadi PPK perencanaan, saya melihat ini sudah sengaja di atur.
Terhadap ini, ungkap kadis hal seperti ini, di duga ada kerjasama di antara PPK dengan pihak Pokja, dan saya yakin tender yang di buat ini, sebagai formalitas saja, karena pihak pekerjanya sudah siap,dan kontraktor dengan akrap di sapa AP itu bukan orang Kab.SBB , dia berdomesili di Maluku Utara, pekerjaannya di tahun 2021 banyak yang diduga juga bermasalah, seperti pembangunan jalan tanah ke aspal lingkar Buano, itu pekerjaannya asal- asalan alias Amuradul
“Saya menghimbau kepada semua pihak agar masalah ini harus di perhatikan betul, bila tidak, misi Kasi Bae Kab.SBB tidak ada artinya sama sekali.
Sementara Marta di hubungi melakui telepon selulernya Jumat ,11 Maret 2022 pukul 9.30 di luar jangkauan. ( Ati / Tim )
korantekad.id Koran Tekad Online

