Duta Parenting Maluku Kunker Ke Kab.Aru “Datangi Posyandu Ajak Ibu Hamil Minimalkan Angka Stunting
Ambon,Korantekad.id.Duta Parenting Maluku Ny. Widya Pratiwi Murad, kunjung kerja (Kunker) di Kabupaten Kepulauan Aru. Dalam rangka mendatangi Posyandu Desa Tunguwatu, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Senin, (20/9/2021).yakni melihat penimbangan bayi, balita, kelas ibu hamil, KB sekaligus melakukan penyuapan makanan pengganti ASI kepada sejumlah bayi, dan penanaman 1000 pohon Kelor. Juga penyerahan bantuan Paket Bina Keluarga Balita Stunting.


Turut hadir dalam kunjungan kerja ,sejumlah pejabat daerah Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Johan Gonga, Duta Parenting Aru Cherly Oesia Gonga, Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Maluku dr Zulkarnain, Kadis Sosial Sartono Pining, Karo Kesra Abdul Haji Muhammad, Kadis PMD Ismail Usemahu, Kadis Bappeda Anton Lailossa, Kadis Perindag Elvis Pattiselano, Kadis Lingkungan Hidup Roy Siauta dan Ketahanan Pangan Lutfi Rumbia dan pejabat daerah lainnya. (Biro Adpim Setda Maluku).

“Widya yang juga menjabat sebagai Ina Latu Maluku dalam sambutannya mengajak ibu-ibu hamil untuk turut serta meminimalkan angka Stunting dengan cara menjaga bayi sejak dalam kandungan hingga lima tahun masa emas mereka melalui pola makan makanan sehat, beristirahat secukupnya, menjaga kesehatan dan imun bayi, terlebih di masa pandemi saat ini. Dan
kunker ini untuk monitoring dan evaluasi Stunting di Aru. Semoga membawa dampak baik. Mari ibu-ibu semua, kita bergandeng tangan untuk sama-sama memutus mata rantai Stunting,” ajaknya.
Menurut Widya, pihaknya dan pemerintah daerah
saat ini sedang menangani secara serius masalah Stunting dengan melakukan sinergitas penanganan melalui pemberian pembinaan. Sebab, Stunting menjadi masalah besar mengenai gangguan tumbuh kembang balita yang mengalami kekurangan asupan gizi.
Selain itu, pelaksanaan Posyandu di tingkat kecamatan dan desa juga berperan sangat besar dalam mempersempit terjadinya Stunting pada anak-anak di usia emasnya.
Karena Posyandu menjadi pusat layanan terpadu bagi masyarakat untuk mengawasi perkembangan balita mulai dari berat badan, besar kepala dan pertumbuhannya,” ujarnya

Ditambahkan Widya ,sebagaimana diketahui, di tahun 2015, sebanyak delapan bayi meninggal dunia akibat kurang gizi. Dasar inilah yang melatarbelakangi sehingga kita dapat mengunjungi Desa Tunguwatu dengan membawa sejumlah OPD terkait lingkup Pemprov Maluku. Dan alasan lainnya adalah untuk bekerja sama dengan Pemkab Aru. Apa yang bisa kita buat dan bantu untuk masyarakat di Aru,” pungkasnya
Untuk itu, Widya merasa bersyukur bisa melihat langsung kondisi para bayi, balita, ibu-ibu serta masyarakat di Desa Tunguwatu. Sebab, Kunker yang dilakoni hari ini merupakan program kerjanya selaku Duta Parenting.” Ucapnya ( Ati)
“
korantekad.id Koran Tekad Online

