Ketua TP-PKK Maluku Buka Secara Resmi Edukasi Pengelolaan Sampah Di Kab.Aru
Ambon.korantekad.id. Ketua TP-PKK Maluku Widya Murad Ismail, membuka resmi kegiatan edukasi pengelolaan sampah di Gedung Sitakena, Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Senin (20/09/21).

kegiatan tersebut ditandai pemukulan Gong oleh Widya yang didampingi Bupati Johan Gonga dan Kadis Lingkungan hidup Maluku Roy Siauta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, selain ketua TP-PPK Maluku, Bupati Johsn Gonga dan kadis LH, juga hadir sejumlah pejabat daerah lainya yakni Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Aru Cherly Oesia , Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Maluku dr Zulkarnain, Kadis Sosial Sartono Pining, Karo Kesra Abdul Haji Muhammad, Kadis PMD Ismail Usemahu, Kadis Bappeda Anton Lailossa, Kadis Perindag Elvis Pattiselano, Ketahanan Pangan Lutfi Rumbia dan pejabat daerah lainnya.
Widya dalam sambutannya menerangkan kegiatan tersebut, merupakan kegiatan kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup Maluku/Kabupaten Aru dengan ,TP-PKK Maluku dan sampah telah menjadi masalah global berdampak luar biasa terhadap lingkungan dan manusia.
Dikatakan Widya , Di Indonesia sendiri, timbunan sampah telah mencapai 67,8 juta ton pada tahun kemarin. Dan juga sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar yakni sekitar 48 persen, disusul pasar tradisional 24 persen dan sampah jalanan 7 persen. Sedangkan sampah plastik walaupun dalam proporsi jumlah lebih sedikit sekitar 15 persen. Namun dengan meningkatnya jumlah penduduk, gaya hidup dan perkembangan teknologi akan meningkatkan proporsi sampah plastik yang diperkirakan mencapai lebih 35 persen pada tahun 2050,” terangnya
Meski begitu, tambah Widya sampah masih dipandang sebagai barang sisa yang tak berguna, mengganggu dan harus dibuang. Dan hanya sedikit orang yang menganggap sampah sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan.
Selain kurangnya kesadaran masyarakat lanjutnya, minimnya fasilitas pengelolaan sampah juga merupakan permasalahan paling mendasar. Sebab selama ini, selain dikumpulkan, diangkut dan dibuang di TPA, sampah juga dibakar atau dibuang begitu saja ke lingkungan, seperti sungai, pesisir pantai dan laut. Selain itu, fenomena sampah di pesisir dan laut terutama di daerah kepulauan seperti Aru, telah menjadi permasalahan serius. Dan tanpa disadari telah berdampak terhadap kesehatan lingkungan dan manusia,” lanjutnya.
Widya mengingatkan, masyarakat harus waspada terhadap sampah. Sebab di tahun 2005, telah terjadi bencana longsoran gunung sampah setinggi 60 meter di Cimahi Jawa Barat yang menewaskan 157 orang. Longsor sampah juga terjadi di Ambon tahun 2016. Dan merengut 6 nyawa serta kerugian material lainnya.
melihat sampah rumah tangga adalah sampah yang paling banyak dihasilkan setiap harinya, maka peran keluarga sangatlah penting untuk mengatasi mengurangi volume sampah yang dihasilkan,” jelas Widya mengingatkan.
Olehnya itu,dirinya berharap, setiap rumah tangga di Aru bisa mengelola sampahnya secara mandiri agar lingkungan pemukiman menjadi bersih. Dengan begitu, keluarga bisa tumbuh sehat dan sejahtera.” Harapnya ( Ati )
korantekad.id Koran Tekad Online

