FKIP Unpati Ambon Maluku Usai Lebaran Akan Terapkan Dua Sistim Belajar Di Kabupaten
Ambon.korantekad.id.Usai hari raya idhul Fitri 1442 Hijriah Fakulatas Keguruan Ilmu Pendidikan ( FKIP) Universitas Pattimura Ambon Maluku akan menerapkan dua sistim pembelajaran yakni Darling dan Luring dan lupa Dekan ,Staf ,Para Prodi sera Para Dosen mengucapkan selamat Merayakan Hari Raya Idhul Fitri 1442 Hijriah kepada muslimin dan Muslimah yang merayakan hari kemenagannya yang jatuh nanti pada Kamis, 13 -5-2021
Ucapan tersebut di sampaikan Dekan FKIP Unpatti Ambon Prof. Dr. I. H, Wenno,S.Pd, Usai kegiatan Webinar Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Instrumen Akreditasi , di Aula Center Unpatti FKIP, pekan kemarin di ruang kerjanya.

Dikatakan Wenno, usai lebaran nanti Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) Universitas Pattimura Ambon akan menerapkan sistim pembelajaran darling dan Luring Tahun 2020/2021 bertujuan untuk mengupayakan peningkatan pelayanan pembelajaran, memasuki tahunan ajaran baru 2020/2021. Dan terfokus pada guru-guru yang melakukan proses belajar-mengajar di daerah terjauh, terluar dan terisolasi yang tersebar di seluruh wilayah di Provinsi Maluku yang dkhususkan kepada guru-guru yang melakukan proses belajar-mengajar di daerah terluar dan terisolasi” ungkapnya
Untuk model pembelajaran luar jaringan (luring) lanjut Wenno selalu dikoordinasikan dengan kecamatan-kecamatan terkait yang ada di Kabupaten terluar. Misalnya, Ambalau di Kabupaten Buru Selatan.karena metode daring dan luring belum bisa dijangkau di wilayah pegunungan untuk proses belajar-mengajar seperti daerah Tivu .Dan hal ini tentunya menjadi atensi tersendiri bagi pihaknya.” Pungkasnya
Olehnya itu, kita akan membantu karena Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki tanggngjawab yang jauh lebih besar yang berhubungan dengan mutu pendidikan. misalnya Para dosen turun mengajar di sekolah-sekolah, mahasiswa yang semester 7 juga turut belajar lagi, di kampung-kamping di daerah kecamatan untuk membangun pemerintah Kabupaten kota,” tandasnya
Menurutnya Salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian serius dari pihaknya yakni Kabupaten Kepulauan Aru.Sebenarya sasaran tepat adalah di Kabupaten Kepulauan Aru (Dobo), dengan sebaran dua kecamatan yaitu Aru Utara dan Selatan luar. Karena di dua kecamatan tersebut fasilitas lampu saja belum ada. Apalagi tower signalnya dan untuk charge peralatan elektronik juga sudah susah apalagi tidak bisa berkomunikasi.” Tutupnya ( Ati ).
korantekad.id Koran Tekad Online

