Ambon.korantekad.id – Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pattimura kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains melalui penyelenggaraan kegiatan “Pelatihan Perawatan Mikroskop” pada 22 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga kualitas instrumen laboratorium sebagai penunjang utama proses pembelajaran biologi.
Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Unpatti ini melibatkan peserta dari berbagai kalangan, yakni laboran perguruan tinggi serta guru-guru biologi tingkat sekolah menengah. Kehadiran peserta lintas institusi ini memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran.
Secara substansi, kegiatan ini menjawab persoalan klasik yang kerap dihadapi laboratorium biologi, yakni kerusakan mikroskop akibat faktor lingkungan. Tingginya tingkat kelembapan di wilayah Maluku menjadi penyebab utama munculnya jamur pada lensa, yang berdampak langsung pada kualitas pengamatan, baik oleh mahasiswa maupun siswa.
Mikroskop sebagai instrumen utama dalam praktikum biologi memiliki peran vital dalam menunjang pemahaman konsep ilmiah. Namun, tanpa perawatan yang tepat, alat ini rentan mengalami penurunan fungsi, bahkan kerusakan permanen yang dapat menghambat proses pembelajaran.
Berbeda dari kegiatan seminar yang bersifat teoritis, pelatihan ini dirancang dengan pendekatan praktis.
Peserta secara langsung dibekali keterampilan teknis yang meliputi prosedur pembersihan lensa, teknik kalibrasi mekanis, serta manajemen penyimpanan mikroskop menggunakan standar operasional yang tepat.
Dalam sesi materi, perwakilan Tim Instruktur Pelatihan menegaskan pentingnya kemandirian tenaga laboratorium dalam merawat peralatan. Hal ini dinilai sebagai strategi efektif dalam menjaga keberlanjutan sarana pendidikan sekaligus mengurangi beban anggaran institusi.
“Kami ingin memastikan bahwa instrumen yang ada di universitas maupun di sekolah tidak hanya tersedia secara kuantitas, tetapi juga terjaga kualitas optiknya. Laboran dan guru adalah garda terdepan dalam menjaga aset ilmiah ini,” tegasnya
Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi praktik berlangsung. Mereka terlibat langsung dalam proses bongkar-pasang bagian luar mikroskop serta melakukan pembersihan mandiri di bawah pengawasan instruktur. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri peserta dalam menangani peralatan laboratorium.
Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar peserta. Diskusi yang terjadi selama pelatihan memperkaya wawasan terkait tantangan dan solusi dalam pengelolaan laboratorium di berbagai institusi pendidikan.
Ke depan, pelatihan serupa direncanakan menjadi agenda rutin sebagai bagian dari komitmen FKIP Unpatti dalam meningkatkan literasi teknis tenaga pendidik dan laboran di Maluku. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan standar pengelolaan laboratorium yang lebih baik dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, laboratorium di perguruan tinggi maupun sekolah diharapkan dapat berfungsi lebih optimal dalam mendukung praktikum biologi. Dampaknya, kualitas pembelajaran sains bagi generasi muda di Maluku pun diharapkan semakin meningkat secara signifikan.(Ati)
korantekad.id Koran Tekad Online

