Wisuda ke-63 Unpatti, Ketua Senat Soroti Integrasi Spiritualitas dan Intelektual

Ambon.korantekad.id- Ketua Senat Universitas Pattimura Prof. Dr. Tonny Dr..Pariele M.A.menegaskan pentingnya integrasi antara spiritualitas dan intelektualitas dalam membentuk sumber daya manusia unggul pada momentum Wisuda ke-63 yang digelar di Ambon Maluku, 23 April 2026. Penegasan ini menjadi bagian dari arah strategis perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam pidatonya, Ketua Senat menyoroti bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal bagi lulusan untuk mengaktualisasikan kapasitas keilmuan dan karakter di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yakni penguatan talenta unggul sebagai fondasi generasi masa depan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Wakil Gubernur Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Wali Kota Ambon, serta pimpinan universitas dan keluarga wisudawan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan luas terhadap pengembangan pendidikan tinggi di wilayah kepulauan.

Ketua Senat menjelaskan bahwa konsep monokomplementarisme menjadi landasan ideologis dalam pembentukan karakter lulusan. Konsep ini mengintegrasikan dua aspek utama, yakni basis spiritualitas dan orientasi intelektual, yang harus berjalan secara seimbang dan saling melengkapi.

“Konsep ini menegaskan bahwa kualitas intelektual tidak dapat dipisahkan dari kekuatan spiritualitas. Keduanya harus menyatu sebagai fondasi karakter lulusan yang tangguh,” jelasnya saat membuka 1.298 wisudahan

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa lulusan Unpatti diharapkan memiliki tiga kapasitas utama, yakni kapabilitas menghadapi tekanan (coping capacity), kemampuan beradaptasi (adaptive capacity), serta kemampuan transformasi (transformative capacity). Ketiga aspek ini dinilai krusial dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam konteks kelembagaan, Unpatti disebut terus menunjukkan perkembangan signifikan di usia ke-63 tahun. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah tenaga pengajar berkualifikasi doktor dan profesor, pertumbuhan publikasi ilmiah, serta bertambahnya program studi dengan akreditasi unggul.

“Perkembangan ini menjadi bukti bahwa Unpatti berada pada jalur yang tepat menuju universitas unggul berkelas dunia dengan karakter budaya kepulauan,” ungkap Ketua Senat

Ketua Senat juga memberikan apresiasi kepada pimpinan universitas atas transformasi institusi yang dinilai progresif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penguatan budaya mutu di lingkungan kampus.

Kepada para wisudawan, ia menyampaikan pesan agar menjaga nama baik almamater dan terus mengembangkan diri di tengah masyarakat. Lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Momentum wisuda ini juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Unpatti dalam membangun peradaban masyarakat kepulauan melalui pendidikan tinggi. Dengan visi menjadi universitas unggul mendunia pada 2045, Unpatti terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis karakter lokal.

Dengan demikian, Wisuda ke-63 tidak hanya menjadi simbol kelulusan, tetapi juga penegasan komitmen institusi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual dalam menghadapi tantangan masa depan.(Ati)

About ARIATI ARIATI

Check Also

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat Bandung, korantekad.id – DPRD Kota Bandung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *